Keluarga Serahkan Rambut Ibu untuk Identifikasi Pegawai KKP Korban Pesawat Jatuh

Keluarga Deden memberikan rambut ibunya kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk keperluan tes DNA dalam proses identifikasi.

Yacob Billiocta
Oleh Yacob Billiocta - Reporter
Keluarga Serahkan Rambut Ibu untuk Identifikasi Pegawai KKP Korban Pesawat Jatuh
Keluarga pegawai KKP Deden. (Antara) (© 2026 Liputan6.com)

Pesawat ATR 42-500 jatuh di lereng gunung Bulusaurung, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan membawa 3 penumpang. Ketiganya, merupakan pegawai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Salah satunya atas nama Deden Mulyana yang merupakan Penata Muda Tingkat I Pengelola Barang Milik Negara KKP.

Keluarga Deden telah menyerahkan rambut ibunya kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk keperluan tes DNA.

"Karena menurut tim DVI, harus ada yang sedarah. Jadi, yang diminta di antaranya satu rambut ibunya dibawa," ungkap ayah Deden, Mukhsin, saat diwawancarai oleh wartawan di Jakarta pada Senin (19/1).

Mukhsin juga menyampaikan bahwa adik Deden dan suaminya diminta untuk pergi ke Makassar guna menjalani pemeriksaan dan memberikan data yang diperlukan. Dia berharap data-data tersebut dapat mempercepat proses pencarian Deden yang saat ini dinyatakan hilang.

"Data yang diminta antara lain ijazah, kartu keluarga (KK), tanda-tanda di badan, baju yang dipakai, serta foto yang menunjukkan senyum dan gigi," ujar Mukhsin.

Dia menambahkan bahwa keluarga tidak merasakan tanda-tanda apapun saat interaksi terakhir dengan Deden. Kini, mereka berada dalam keadaan berduka dan menunggu kabar mengenai pegawai KKP tersebut. "Ya, harapan kami sekeluarga adalah semoga cepat ditemukan dan mendapatkan berita yang menggembirakan," tuturnya.

Sebelumnya, pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak di wilayah pegunungan Bulusaraung, yang terletak di perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkep, Sulawesi Selatan, saat dalam perjalanan untuk mendarat di Bandara Hasanuddin pada siang hari, 17 Januari.

esawat tersebut mengangkut total sepuluh orang, terdiri dari tujuh kru pesawat dan tiga penumpang, yang semuanya merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), yaitu Ferry Irawan, Deden Maulana, dan Yoga Naufal.

Tujuh orang kru pesawat tersebut termasuk pilot Captain Andi Dahananto, copilot Muhammad Farhan Gunawan, serta kru lainnya: Hariadi, Restu Adi, Dwi Murdiono, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita.

Rekomendasi