Keluarga korban minta pihak gudang kembang api tanggung biaya pengobatan
Merdeka.com - Kebakaran gudang kembang api di Jalan Raya Salembaran Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang, memakan puluhan korban luka dan jiwa. 31 orang mengalami luka bakar dan 46 lainnya dikabarkan meninggal akibat insiden ini.
Kakak dari salah satu korban bernama Siti Fatimah (15), Lili Aryani, mengatakan, hingga saat ini belum ada pertanggungjawaban apapun yang diberikan oleh pihak pabrik. Selama ini, pihak gudang hanya mengirim utusan untuk mengurus berkas korban kebakaran di rumah sakit.
"Belum ada ya, bosnya aja kita belum ada yang tahu ya kayak gimana. Belum ada si. Baru ada dia nyuruh siapa lah gitu ngurusin rumah sakit itu aja," kata Lili di RSU Kabupaten Tangerang, Kamis (26/10).
Lili pun meminta pihak pabrik membayar serta menanggung semua biaya pengobatan korban kebakaran sampai sembuh. Mengingat adiknya saat ini mengalami luka bakar hingga 60 persen dan tengah terbaring lemah di ruang ICU.
"Parah ya, dari ujung kami sampai ujung rambutnya kebakar, mukanya juga ya kulitnya pada terkelupas, kebakarlah semua," ungkapnya.
"Ada kebijaksanaan ya ada tanggung jawabnyalah gitu. Sampai sembuh sampai semua perobatannya," pintanya.
Diketahui, kebakaran pabrik petasan di Jalan Raya Salembaran Cengklong, Kecamatan Kosambi, Kabupaten Tangerang menyebabkan 31 orang korban luka. Tujuh diantaranya kini sedang dirawat dirumah sakit Rumas Sakit Umum (RSU) Kota Tangerang.
"Tujuh yang dirawat," kata Fauziyah Wulansari Staf Humas RSU Kota Tangerang, Banten, Kamis (26/10).
Tujuh korban itu adalah Nurhayati (20), Atin Puspita dengan luka bakar 80 persen, Lilis (22) dan Siti Fatimah (15) dengan luka bakar 60 persen, kemudian M Khadiman (18) dan Anggi dengan luka bakar 40 persen dan terakhir Sami (35) dengan luka bakar 50 persen.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya