Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Keluarga bantah Wali Kota Cilegon terjaring OTT KPK

Keluarga bantah Wali Kota Cilegon terjaring OTT KPK Gedung KPK. ©2014 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Keluarga membantah kabar yang menyebut Wali Kota Cilegon Iman Aryadi terkena operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Cilegon. Kakak kandung Imam Aryadi, Ati Marliati langsung menggelar konferensi pers di kantor Pemerintah Kota Cilegon, Sabtu (23/9). Ati enggan mengatakan dengan jelas kasus terkait apa OTT yang dilakukan KPK.

Ati menegaskan saat kejadian OTT yang dilakukan KPK, Wali Kota Cilegon sedang bersama dia di Jakarta. "Demi Allah demi Rasulullah bahwa Pak Wali sedang bersama saya sedang acara keluarga," tegas Ati.

"Saya berdoa, mudah-mudahan informasi yang beredar tidak memberatkan pak wali yang hanya memberikan keterangan," ujarnya.

Dia meminta agar informasi tersebut diluruskan. Ati menegaskan, Wali Kota Cilegon tidak tertangkap KPK seperti yang banyak diberitakan.

"Jadi saya ingin titip ke media bahwa apa yang disampaikan media bahwa Pak Wali OTT, baik itu ditangkap dan lain sebagainya, itu sesungguhnya tidak terjadi, itu yang pertama yang perlu saya klarifikasikan."

Ati menduga OTT tersebut terkait bantuan dana untuk klub sepak bola Cilegon United. Ati memastikan tidak sepeserpun anggaran yang masuk ke kantong adik kandungnya.

"Kami menduga, kemungkinan besar, informasinya pimpinan Cilegon United dibawa, dan kantor CU pun di segel. Mungkin terkait bantuan yang diberikan KIEC terhadap Cilegon United," ujar Ati. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP