Kelakuan guru di pedalaman Papua, makan gaji buta

Jumat, 13 November 2015 10:14 Reporter : Ya'cob Billiocta
Kelakuan guru di pedalaman Papua, makan gaji buta Ilustrasi Guru. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal mendapat banyak masukan bahwa banyak guru yang ditugaskan di pedalaman dan kampung-kampung, tidak betah. Bahkan sering dijumpai para guru ini tidak berada di tempat tugasnya.

"Tolong guru-guru itu sesuai dengan SK ditempatkan di mana saja, betahlah bertugas, jangan sampai SK-nya bertugas di daerah terpencil, kemudian yang bersangkutan tidak mau mengajar dengan baik. Kalau tidak mengajar, itu sama dengan pengangguran tidak kentara, itu pertama. Kedua, itu sama dengan merugikan rakyat, karena dia dibayar dengan uang rakyat," kata Klemen, Jumat (13/11). Demikian tulis Antara.

Seharusnya, kata Wagub Klemen Tinal, jika seorang guru tidak melaksanakan tugas atau kewajiban untuk mengajar dan mendidik anak-anak sekolah, maka sudah sepantasnya juga tidak menerima atau mengambil haknya berupa gaji dan insentif.

"Kalau dia tidak mau ke daerah terpencil, jangan terima gaji atau uangnya. Atau dia bisa bilang, pak saya tidak terima uangnya karena saya tidak pergi mengajar. Tapi ini yang terjadi tidak pergi mengajar tapi uangnya diterima," katanya.

Untuk itu, Klemen Tinal yang juga ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua mengatakan harusnya oknum guru seperti itu tahu budaya malu, karena tidak melaksanakan tugas atau kewajibannya sebagai tenaga pengajar dan pendidik.

"Coba ada budaya malu sedikit, sudah tidak mau mengajar tapi tetap mau terima, ini sudah tidak ada malu sekali. Kami (pemerintah provinsi) tidak bisa menegur, kabupaten kan otonom, tapi bupati dan kadis pendidikan yang harus menegur," katanya.

Pemerintah provinsi tidak punya wewenang untuk menegur secara langsung, tapi hanya bisa mengimbau dan mengajak atau pun memberikan masukan agar persoalan seperti itu bisa segera ditangani secara serius oleh pemerintah daerah.

"Kalau punya wewenang, saya sudah pergi tegur-tegur itu, apa lagi sudah dapat intensif luar biasa. Oleh karena itu, kami imbau, ajak agar guru-guru bisa melaksanakan tugasnya," katanya.

Sebelumnya, guru-guru di SD YPK Kampung Ansudu I, Distrik Pantai Timur, Kabupaten Sarmi dilaporkan jarang mengajar, terutama kepala sekolahnya yang berstatus PNS tetapi tidak selalu berada di tempat.

"Kami sangat berharap, Pemerintah Kabupaten Sarmi, dalam hal ini Dinas Pendidikan bisa melihat guru-guru honor yang ada di SD ini, apa lagi kepala sekolahnya jarang berada di tempat" kata Baren Mor, tokoh pemuda di Kampung Ansudu, Kabupaten Sarmi, Senin (9/11). [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Papua
  2. Pendidikan
  3. Jakarta
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini