Kelabui Polisi, Juragan Rongsokan Sembunyikan Sabu di Celana Dalam

Rabu, 9 Oktober 2019 23:05 Reporter : Erwin Yohanes
Kelabui Polisi, Juragan Rongsokan Sembunyikan Sabu di Celana Dalam juragan rongsokan sembunyikan sabu di celana dalam. ©2019 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Sepintar-pintarnya Budi menyembunyikan narkotika jenis sabu, akhirnya ketahuan juga. Saat ditangkap polisi, Budi mencoba mengelabui polisi dengan menyembunyikan sabu di celana dalamnya. Dari juragan barang rongsokan itu, petugas mengamankan barang bukti hampir setengah ons sabu.

Kasat Reserse Narkoba Polres Jombang, AKP Moch Mukid menuturkan, pemuda berusia 25 tahun tersebut merupakan kurir narkoba jenis sabu-sabu yang sangat licin. Karena kelihaiannya, Budi beberapa kali lolos dari sergapan polisi.

Hingga pada Selasa (8/10) kemarin, polisi mengendus keberadaan pelaku yang saat itu hendak menaruh sabu di sebuah tempat di wilayah Mojoagung, Jombang. Petugas langsung bergerak melakukan pengintaian dan penangkapan.

"Saat digeledah, nyaris tidak ditemukan barang bukti dan dia tidak mengaku. Dia sangat pintar, ternyata sabu hampir setengah ons disembunyikan di celana dalamnya," kata AKP Mukid, Rabu (9/10).

Kepada petugas, Budi mengaku menjadi kurir sabu selama satu tahun dan belum pernah tertangkap oleh polisi. Barang terlarang itu diambil dari Surabaya dan disebar ke wilayah Trowulan, Mojokerto dan Mojoagung, Jombang.

"Tersangka ini merupakan kurir sabu antar kota dengan sistem ranjau. Kami sudah lama mengincarnya," jelas Mukid.

Menurut Mukid, tersangka mengambil sabu di Surabaya seminggu sekali. Setiap pengambilan sebanyak 2 ons sabu. Sekali mengambil, Budi mendapat upah uang Rp 1 juta sampai dengan Rp 1,5 juta.

"Kalau dalam 1 bulan sampai 4 kali, maka mendapat upah sebanyak Rp 6 juta. Untuk omsetnya mencapai ratusan juta rupiah," ujar Mukid.

Dia menambahkan, barang haram yang diambil tersangka akan diberikan kepada seorang pemesan berinisial AR yang saat ini masih didalami keberadaannya. Pihaknya juga berkoordinasi dengan tim IT Polda Jatim untuk mengetahui keberadaan AR.

"Atas perbuatannya, tersangka kami kenakan Pasal 114, pasal 112, Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara," ucap Mukid. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini