Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kecelakaan rafting di Kali Brantas, polisi periksa pengelola

Kecelakaan rafting di Kali Brantas, polisi periksa pengelola Arung jeram. ©2013 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Aparat kepolisian resor Kota Batu, Jawa Timur, memeriksa para pengelola rafting (arung jeram) 'Batu Alam Adventure' (BAA) menyusul kecelakaan yang menewaskan tiga orang asal Jakarta saat melakukan olahraga wisata itu di Sungai Brantas.

Humas Polres Batu AKP Yantofan, Sabtu, mengatakan mereka yang diperiksa masing-masing adalah Ketua Pengelola BAA, Syaifudin, wakilnya, Musa Husainudin, Bendahara tiket, Slamet Santoso serta Ketua Operasional dan "Guide Setro".

Yantofan mengatakan pemeriksaan dilakukan terkait tewasnya pengunjung saat melakukan olahraga wisata tersebut di Sungai Brantas.

"Kami panggil mereka, khususnya para pengelola rafting dan kami mintai keterangan terkait peristiwa itu," kata Yantofan, seperti dikutip Antara, Sabtu (1/3).

Selain para pengelola, Polres Batu juga memeriksa 11 orang saksi untuk dimintai keterangan terkait kecelakaan itu, yang meliputi rekan korban dan sejumlah saksi lainnya.

Dari keterangan sementara para saksi, Yantofan mengaku bahwa pengelola sudah menjalankan prosedur secara benar sebelum dilakukan olahraga rafting.

"Hasil pemeriksaan sementara memang diketahui penyedia jasa sudah menjalankan prosedur yang ditetapkan, namun kami tetap memintai keterangan lainnya," katanya.

Sementara itu, salah satu ahli olahraga rafting Kota Batu, Anggara, mengatakan kecelakaan dalam rafting bisa terjadi karena keteledoran penggunaannya dan tidak patuhnya pengelola dalam menjalankan prosedur.

"Dalam peristiwa ini saya tidak mengetahui apa penyebabnya, namun bisa saya pastikan bahwa olahraga rafting itu merupakan jenis olahraga yang aman," katanya.

Ia menduga, peristiwa tewasnya pengguna rafting yang terjadi kali ini bisa juga akibat derasnya arus Kali Brantas, sehingga pengguna kehilangan kendali dan terlepas dari perahu.

Namun, pihaknya menyayangkan pengelola rafting yang tidak melihat dulu derasnya arus, sehingga bisa memberikan arahan atau membatalkan kegiatan rafting, karena cukup berbahaya.

Sebelumnya diberitakan, tiga korban tewas dalam kecelakaan olahraga wisata rafting atau arung jeram di aliran Kali Brantas di wilayah Kota Batu, Jatim, setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat derasnya arus sungai wilayah setempat.

Tiga korban tewas yakni Nurul Komar (23) dan Ilham Delli (31), keduanya warga Jalan Fatmawati, Jakarta Selatan, dan Riki Kiki Anggian (29), warga Cilandak, Jakarta Selatan. Satu korban yang hingga kini belum ditemukan adalah atas nama Lia Apriatin (26) warga Jakarta. (mdk/ren)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP