KBRI Doha Rancang Program BIKTA untuk Anak Diaspora Indonesia di Qatar

Selasa, 4 Mei 2021 23:32 Reporter : Fikri Faqih
KBRI Doha Rancang Program BIKTA untuk Anak Diaspora Indonesia di Qatar Dubes Berdialog dengan Amy Smith dalam penutupan BIKTA. ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - KBRI Doha merancang program Bahasa Indonesia untuk Kita (BIKTA) untuk anak-anak diaspora Indonesia di Qatar yang selama ini kesulitan berbahasa Indonesia. Anak-anak ini sebagian lahir dan besar di Qatar serta menggunakan bahasa asing sebagai bahasa pergaulan sehari-hari.

Menariknya, meski lama meninggalkan tanah airnya, anak-anak ini masih sangat bersemangat ketika belajar apapun tentang Indonesia, termasuk Bahasa Indonesia. Program ini dilaksanakan secara daring sejak tanggal 1 Februari 2021, program BIKTA KBRI Doha terbagi ke dalam empat kelas dari kelas dasar sampai menengah.

Sebelum mengikuti program tersebut, para peserta wajib mengikuti placement test. Dalam pelaksanaannya, KBRI Doha mendapatkan dukungan penuh dari Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa (BPPB) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Kemendikbudristek antara lain menyediakan tenaga pengajar dan bahan ajar yang diperlukan.

Program BIKTA Angkatan I resmi ditutup oleh Dubes RI untuk Qatar, Ridwan Hassan pada tanggal 2 Mei 2021. Dalam sambutan penutupannya Dubes Ridwan menekankan pentingnya anak-anak dilihat sebagai aset bangsa, tak terkecuali anak-anak diaspora Indonesia yang berada di luar negeri.

“Bagi kami, anak-anak ini bukan sekedar objek diplomasi, mereka adalah subjek dan agen diplomasi Indonesia di luar negeri,” katanya dalam keterangan tertulisnya, Selasa (4/5).

Dengan penguasaan Bahasa Indonesia yang baik, dia mengungkapkan, anak-anak akan dapat memberikan penjelasan dan gambaran yang lebih utuh tentang Indonesia kepada teman-teman dan lingkungan sekitarnya.

Program BIKTA hanyalah langkah awal. Ke depan, KBRI Doha juga berencana memperkenalkan Bahasa Indonesia kepada warga Qatar dan warga asing lainnya di Qatar. “Program Bahasa Indonesia untuk para penutur asing akan menjadi target kami berikutnya”, tutup Ali Murtado, Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Doha.

Salah seorang anak diaspora Indonesia di Qatar, Amy Smith mengatakan, senang belajar bahasa Indonesia dalam program ini. Dia adalah anak dari Ibu berkebangsaan Indonesia dan ayah berkebangsaan Inggris.

Amy merupakan satu dari 128 anak diaspora Indonesia di Qatar yang mengikuti program Bahasa Indonesia untuk Kita (BIKTA) dari KBRI Doha.

“Saya senang belajar Bahasa Indonesia karena saya cinta Indonesia” kata Amy Smith. [fik]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Pendidikan Indonesia
  3. KBRI
  4. Qatar
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini