Kaum Difabel Perlu Dilibatkan dalam Industri Kreatif
Merdeka.com - Calon anggota legislatif berkebutuhan khusus, Anggiasari Puji Aryatie menilai kemajuan teknologi yang pesat harus dimanfaatkan secara positif oleh generasi muda. Industri kreatif berbasis budaya menjadi salah satu opsi yang berpeluang untuk dikembangkan.
Oleh karena itu, politisi Partai NasDem ini mengungkapkan ada tiga hal yang perlu didorong. Pertama, iklim usaha yang nyaman, di mana akan berefek kepada terbukanya lapangan pekerjaan yang lebih luas. Kedua, peningkatan kapasitas para pelaku industri kreatif melalui pelatihan dan pendampingan. Ketiga adalah pasar dan jejaring.
"Penting juga bagi kaum muda untuk mengikutsertakan teman-teman kaum difabel yang bergerak di bidang itu," ujar Anggia kepada wartawan, Rabu (20/3).
Caleg NasDem dari Dapil DIY itu mengatakan, banyak generasi muda di Yogyakarta yang telah mengembangkan industri kreatif yang memiliki nilai lokal dan budaya. Salah satunya adalah kerajinan kulit. Bahkan pasar dari produk tersebut sudah mendunia, tentu dengan memanfaatkan teknologi informasi.
"Contohnya di Yogya banyak perajin kulit anak muda, dan produknya sudah merambah pasar internasional, dengan bantuan teknologi dan penjualan online," ungkapnya.
Lebih lanjut, Anggia mengatakan, para seniman di Yogya memiliki wadah untuk saling berbagi pengetahuan tentang seni dan budaya. Dengan demikian, nilai-nilai budaya akan tetap terlestarikan di tengah kemajuan zaman.
"Yogya sangat terbuka untuk mengekspresikan kreatifitas mereka. Teman-teman muda ini menggali dan belajar dari para senior. Kemudian dikembangkan sesuai sesuai dengan perkembangan dan dinamikanya saat ini," tuturnya.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya