Kasus Suap Penanganan Perkara, KPK Perpanjang Penahanan Eks Penyidik Robin

Kamis, 15 Juli 2021 09:11 Reporter : Merdeka
Kasus Suap Penanganan Perkara, KPK Perpanjang Penahanan Eks Penyidik Robin Eks penyidik KPK Stepanus Robin diperiksa terkait suap. ©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah

Merdeka.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan mantan penyidiknya, Stepanus Robin Pattuju (SRP), yang diduga menerima suap dalam penanganan perkara di pemerintahan Kota Tanjungbalai.

"Tim penyidik memperpanjang masa penahanan SRP untuk 30 hari ke depan berdasarkan penetapan kedua dari Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat, terhitung 22 Juli 2021 sampai dengan 20 Agustus 2021 di Rutan KPK Gedung Merah Putih," ujar Plt Juru Bicara KPK Ipi Maryati Kuding dalam keterangannya, Kamis (5/7).

Ipi menyebut, penyidik memperpanjang masa penahanan Robin lantaran masih membutuhkan waktu untuk mengumpulkan bukti dan memeriksa sejumlah saksi.

"Perpanjangan penahanan ini diperlukan agar tim penyidik dapat lebih memaksimalkan pengumpulan alat bukti," kata Ipi.

Sementara itu, agenda pemeriksaan Robin yang sejatinya dijadwalkan Rabu (14/7) kemarin ditunda. Robin rencananya dimintai keterangan untuk melengkapi berkas penyidikan pengacara Maskur Husain (MH).

"Tim penyidik menunda pemeriksaan SRP (penyidik KPK) sebagai saksi untuk tersangka MH," kata Ipi.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan tiga orang sebagai tersangka, yakni: penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP), Wali Kota Tanjungbalai Muhammad Syahrial (MS), dan pengacara Maskur Husain (MH). KPK menduga penyidik Robin menerima suap untuk mengurus perkara di KPK yang menyeret nama Syahrial.

Robin yang merupakan penyidik KPK asal Polri bersama dengan Maskur Husain menyepakati agar perkara dugaan korupsi yang menyeret Syahrial di KPK tidak lagi dilanjutkan. Kesepakatan uang Rp1,5 miliar ini setelah Robin bertemu Syahrial di rumah Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin pada Oktober 2020.

Syahrial lantas menyanggupi permintaan uang itu dengan kesepakatan kasusnya tidak dilanjutkan ke tahap penyidikan. Terlebih KPK juga sampai saat itu belum mengumumkan sejumlah pihak yang ditetapkan tersangka dalam kasus lelang jabatan di Kota Tanjungbalai.

Syahrial memberikan uang secara bertahap sebanyak 59 kali melalui rekening bank milik Riefka Amalia (RA), teman Robin. Uang yang sudah diserahkan sebanyak Rp1,3 miliar.

Dalam kasus ini, terseret pula nama Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar. Lili disebut beberapa kali berkomunikasi dengan Syahrial saat berkas penyelidikan kasus mutasi jabatan di Pemkot Tanjungbalai berada di tangannya. Namun dalam beberapa kesempatan Lili membantah adanya komunikasi dengan Syahrial.

Sumber: Liputan6.com.
Reporter: Fachrur Rozie. [yan]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini