Kasus Suap Bea Cukai, Widyawati mangkir

Rabu, 30 Oktober 2013 20:30 Reporter : Fikri Faqih
Kasus Suap Bea Cukai, Widyawati mangkir suap. shutterstock

Merdeka.com - Rencana badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) mendalami kasus suap dalam tubuh Bea Cukai harus terhambat. Sebab, Widyawati mangkir atas pemanggilan pertamanya untuk dimintai keterangan perihal pembelian polis asuransi dan pemberian uang oleh seorang wiraswasta bernama Yusran Arif (YA) kepada Kasubdit Penindakan dan Penyidikan KPU Bea Cukai Tanjung Priok, Heru Sulistyono (HS).

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Tipideksus) Bareskrim Mabes Polri, Brigjen Pol Arief Sulistyanto mengatakan Widyawati yang juga mantan istri HS tidak hadir tanpa alasan. Rencananya pihaknya akan segera melakukan pemanggilan kembali kepada yang bersangkutan.

"Dia tidak hadir dalam panggilan pertamanya. Besok kami akan memberikan satu panggilan lagi," kata Arief di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (30/10).

Arief menambahkan, pihaknya akan melakukan langkah-langkah pemaksaan jika sampai Widyawati mengabaikan panggilan selanjutnya. "Tapi kalau sampai tidak hadir lagi maka kami akan melakukan pemanggilan paksa," ujarnya.

Sebelumnya, Arif mengungkapkan, YA mentransfer uang kepada AW, seorang officeboy, lalu uang tersebut dibelikan polis asuransi dengan nama HS. Sedangkan Siti Rosida menerima uang dari YA untuk ditransfer secara tunai kepada Widiyawati. Oleh Widyawati uang tersebut dibelikan polis asuransi atas nama dirinya dan mantan suaminya.

"Polis asuransi ini sebelum masa berlakunya usai ditutup, lalu dicairkan oleh HS dan mantan istrinya," kata Arif.

Untuk mengetahui lebih lanjut, Arif mengatakan akan melakukan pemeriksaan terhadap Widyawati hari ini. Namun, ia mengatakan belum mengetahui secara pasti apa motif sebenarnya dari kasus suap yang melibatkan Bea Cukai Tanjung Priok tersebut.

"Kami masih mengumpulkan keterangan dan mendalami kasus ini," tandasnya.

Seperti ketehaui Tim Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri menangkap dua tersangka kasus dugaan suap, yakni: Kasubdit Penindakan dan Penyidikan KPU Bea Cukai Tanjung Priok, Heru Sulistyono (HS) dan pengusaha Yusran Arif (YA) diduga si pemberi suap. Menurut Direktur Tipideksus Bareskrim Mabes Polri Brigjen Pol Arief Sulistyanto, HS telah menerima suap gratifikasi dari YA selaku pengusaha.

"Mereka berdua ditangkap hari ini, Selasa 29 Oktober 2013, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari. HS ditangkap di rumahnya, Perumahan Victoria Riverpark, Serpong, Tangerang, Banten. Kemudian saudara YA ditangkap di Jl H Aselih, Jagakarsa, Jakarta Selatan," kata Arief di Gedung Bareskrim Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (29/10). [did]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Kasus Suap
  3. Bea Cukai
  4. Pencucian Uang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini