Kasus skandal video porno yang diduga anggota DPR masih gelap
Merdeka.com - Perkembangan kasus skandal video porno yang diduga dilakukan oleh anggota Komisi IX, Karolin Margret Natasa masih gelap. Badan Kehormatan (BK) DPR masih menunggu jawaban Polri terkait kasus yang sempat menghebohkan anggota dewan tersebut.
"Hasilnya bahwa mereka karena kemiringan, mereka tidak bisa identifikasi. Sesuai dengan Undang-Undang ITE, Polri untuk menelusuri penyebar luasnya, Polri belum bisa beri jawabannya," kata Ketua BK Muhammad Prakosa di kompleks Parlemen, Senayan Jakarta, Selasa (5/2).
Prakosa tidak banyak berkomentar soal skandal video tersebut. Berkali-kali dia hanya menegaskan bahwa BK DPR berkomitmen menelusuri skandal yang sempat mengaitkan nama dari Fraksi PDIP Aria Bima.
"Nanti kita akan tentukan langkah selanjutnya. Nanti akan dirapatkan di BK, supaya ada pikiran yang masuk," kata Prakosa.
Di Korut, nonton atau buat film porno dihukum mati
Mabes Polri angkat tangan soal video porno mirip Karolin
Jika dirunut, perkembangan penuntasan kasus tersebut tidak signifikan. Berkali-kali Karoline dipanggil, namun sering tidak hadir. Alasan yang sering diutarakan Prakosa, lantaran Karoline sedang sakit.
Sebelumnya, BK DPR telah melaporkan hasil pemeriksaan terhadap video porno yang diduga mirip anggota DPR. Kesimpulannya, pemeran laki-laki dipastikan bukan Wakil Ketua Komisi VI dari Fraksi PDIP Aria Bima. Sedangkan untuk pemeran perempuan, BK belum dapat mengambil keputusan.
"Dalam surat itu pimpinan BK menyimpulkan video itu dipastikan pemeran laki-lakinya bukan Aria Bima. Tetapi BK belum dapat menyimpulkan pemeran perempuan," kata Priyo di gedung DPR, Jakarta, Kamis (14/6).
(mdk/ded)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya