Kasus Pencabulan Santri Ponpes di Pati, Pelaku Ashari Kirim Utusan ke Orangtua Korban Agar Cabut Laporan Polisi

Kasus pencabulan itu terbongkar berkat keberanian salah seorang ayah korban yang berinisial H untuk melaporkan aksi bejat pelaku terhadap anaknya ke kepolisian.

Muhammad Radityo Priyasmoro
Kasus Pencabulan Santri Ponpes di Pati, Pelaku Ashari Kirim Utusan ke Orangtua Korban Agar Cabut Laporan Polisi
Kasus Pencabulan Santri Ponpes di Pati, Pelaku Ashari Kirim Utusan ke Orangtua Korban Agar Cabut Laporan Polisi (Merdeka.com)

Kasus kekerasan seksual dilakukan Ashari (51), pengasuh Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Kecamatan Tlogowung, Kabupaten Pati, terhadap santriwati membuka tabir kelakuan bejat pelaku. Kasus pencabulan itu terbongkar berkat keberanian salah seorang ayah korban yang berinisial H untuk melaporkan aksi bejat pelaku terhadap anaknya ke kepolisian.

H mengaku bukan perkara sederhana melaporkan kejadian menimpa anaknya ke kepolisian. Selain beban moril karena aib menimpa putrinya sendiri, H juga mengaku mendapat intimidasi dari pelaku yang diketahui selaku pengasuh dan kiai dari Pondok Pesantren tersebut.

"Saya mengatakan dintimidasi ya, itu setelah satu bulan atau dua bulan saya membuat laporan polisi, itu dari pihak situ (pelaku) ada tiga orang ke rumah sava. Nah, itu ya langsung dia mengatakan dari suruhan si itu (pelaku). Di situ dia (suruhan pelaku) mengatakan kalau bisa kasus ini ditutup aja, soalnya demi menyelamatkan yayasan yang sudah besar, kalimatnya gitu," kata H saat jumpa pers bersama Hotman Paris di Jakarta Utara, Kamis (7/5).

Pengakuan Orangtua Korban

Mendengar hal itu, H dengan tegas langsung menolaknya. Dia bertekad membongkar semua kekejian pelaku.

"Langsung saya jawab, saya nggak akan cabut laporan saya, soalnya dari awal tujuan saya bukan untuk saya diri sendiri atau anak saya, karena saya untuk tujuan banyak anak atau banyak korban," tegas dia.

Pengakuan H diamini putrinya yang datang jauh dari Pati ke Jakarta untuk bertemu Hotman Paris untuk meminta bantuan hukum.

“Semoga pelaku dihukum seberat-beratnya. Bapak Kapolres jangan terpengaruh oleh rayuan apapun. Kasihan teman-teman saya satu pondok banyak benar yang jadi korban,” ujar dia.



Hotman Paris Janji Beri Bantuan

Mendengar hal itu, Hotman berjanji akan mengawal kasus tersebut hingga putusan final. Dia juga akan terus memviralkan setiap perkembangan dari kasus tersebut.

“Kita akan kawal, kita akan viralkan terus-menerus karena di Indonesia ini no viral no justice. Biasanya kalau Hotman yang memviralkan sampai ke istana nyampe semuanya,” pungkas Hotman.



Rekomendasi