Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM, HS dan AN akan Jalani Konseling

Senin, 4 Februari 2019 19:57 Reporter : Purnomo Edi
Kasus Pemerkosaan Mahasiswi UGM, HS dan AN akan Jalani Konseling Konferensi Pers di UGM terkait kasus pemerkosaan mahasiswi. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus dugaan pemerkosaan terhadap AN, mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM) saat menjalani kuliah kerja nyata (KKN) di Pulau Seram, Maluku berakhir damai. Kesepakatan damai ini terjadi usai AN dan terduga pelaku HS menandatangani nota kesepakatan di hadapan Rektor UGM, Panut Mulyono.

Ada sejumlah poin dalam nota kesepakatan tersebut. Di antaranya adalah permintaan maaf HS kepada AN. Kemudian ada pula proses konseling dan mekanisme merampungkan studi bagi HS dan AN.

Panut menuturkan bahwa HS telah menyatakan penyesalannya dan meminta maaf kepada AN usai peristiwa yang terjadi saat KKN tersebut. Permintaan maaf HS ini disaksikan oleh sejumlah pimpinan UGM.

"Saudara HS menyatakan menyesal, mengaku bersalah dan memohon maaf atas perkara yang terjadi pada bulan Juni 2017 kepada pihak saudari AN disaksikan oleh UGM," ujar Panut di Ruang Rapat Rektor UGM, Senin (4/2).

Panut menerangkan dalam kesepakatan itu disebutkan bahwa keduanya harus tetap menjalani konseling. Proses konseling musti dilakukan keduanya hingga dinyatakan oleh psikolog yang ditunjuk atau dipercaya baik oleh HS maupun AN.

"Saudara HS wajib mengikuti mandatory konseling dengan psikolog klinis yang ditunjuk oleh UGM, atau yang dipilihnya sampai dinyatakan selesai oleh psikolog yang menanganinya. Kemudian saudari AN wajib mengikuti trauma konseling dengan psikolog klinis yang ditunjuk oleh UGM atau yang dipilihnya sampai dinyatakan selesai oleh psikolog yang menanganinya," urai Panut.

Panut menerangkan terkait biaya konseling sepenuhnya akan ditanggung UGM. Selain menanggung biaya konseling, UGM pun akan tetap menanggung biaya kuliah AN hingga lulus dari Fisipol UGM.

"Saudari AN itu mahasiswi penerima beasiswa bidik misi. Kita akan lihat apakah beasiswa bidik misi masih bisa dipakai atau tidak. Jika tidak akan kita carikan skema pembiayaan yang lain," papar Panut.

Panut menambahkan jika sebagai rektor UGM, dia menugaskan Dekan Fisipol dan Dekan FT untuk mengawal jalannya proses pendidikan HS maupun AN. Sehingga diharapkan keduanya bisa lulus dari UGM pada Mei mendatang.

"UGM memberikan mandat kepada Fisipol dan Fakultas Teknik untuk mengawal sepenuhnya proses pendidikan bagi saudara HS dan saudari AN untuk dapat diselesaikan diwisuda pada Bulan Mei 2019. Harapan kami keduanya bisa lulus menjadi alumni UGM yang bisa berkiprah bagi bangsa dan negara," pungkas Panut. [cob]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini