Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kasus Pelecehan Seksual Pada Anak Banyak Berawal dari Media Sosial

Kasus Pelecehan Seksual Pada Anak Banyak Berawal dari Media Sosial Ilustrasi

Merdeka.com - Kabagpenum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra menyebut pelaku child grooming atau pelecehan seksual terhadap anak kerap dilakukan melalui media sosial. Polri masih mengalami kendala dalam pengungkapan kasus ini secara tuntas, lantaran pelaku melancarkan aksinya lewat aplikasi percakapan pribadi.

"Biasanya di WA (WhatsApp) lalu ada direct message itu juga menjadi persoalan kita bagaimana kita bisa menembusnya. Tetapi bukan menjadi sebuah kendala kuat, kita juga bisa melakukan upaya-upaya penetrasi sampai kepada yang tadi direct message dan juga WA itu," kata Adi usai diskusi diskusi Child Grooming & Darurat LGBT di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (3/7).

Adi memandang, perkembangan teknologi turut berkontribusi dalam penyuburan aksi child grooming. Dia mengungkapkan, dari data yang dimiliki Polri, tercatat ada sebanyak kasus 236 child grooming pada tahun ini.

"Itu keseluruhan yah kasus yang pornografi, di dalamnya itu ada kasus-kasus kejahatan terhadap anak," ungkapnya.

Menurutnya, faktor utama pencegahan child grooming ialah peran keluarga. Dia ingin orang tua memberi pendidikan kepada anak supaya bisa menyeleksi informasi dengan baik.

"Atau orang yang menderita penyakit LGBT ini adalah keimanan dan ketakwaan yang harus kita tanamkan sejak pada anak-anak. Mengapa demikian? Karena itu menjadi bagian penting untuk menjadi bentengnya di tengah pengaruh informasi yang deras dan tidak terseleksi dengan baik," tandasnya.

(mdk/cob)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP