Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kapolri Tito minta mahasiswa ikut kawal sistem demokrasi di RI

Kapolri Tito minta mahasiswa ikut kawal sistem demokrasi di RI Kapolri Tito minta mahasiswa ikut kawal sistem demokrasi di Indonesia. ©2016 Merdeka.com

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menghadiri acara Pra Temu Nasional BEM se-Nusantara IX Tahun 2016 di Jakarta. Dalam sambutannya, Tito meminta semua pihak khususnya seluruh mahasiswa di tanah air ikut mengawal jalannya sistem demokrasi di Indonesia.

"Negara kita adalah negara demokrasi, demokrasi yang sudah ditegakkan ini harus konsekuen. Kita harus jalankan dan kita kawal," kata Tito di lokasi, Sabtu (12/11).

Tito mempersilakan mahasiswa untuk menyampaikan pendapatnya di muka umum dengan catatan tidak mengganggu hak asasi masyarakat lainnya. Apa lagi, sampai mengesampingkan etika dan moral yang mengancam NKRI.

"Persatuan dan kesatuan bangsa harus kita tegakkan, boleh berbeda pendapat tapi jangan sampai memecahkan dan mengganggu persatuan dan kesatuan bangsa, ini yang harus kita jaga," ujar dia.

Selain itu, mantan Kapolda Metro Jaya ini juga meminta mahasiswa untuk aktif memberikan pencerahan atau sebagai agen perubahan positif di lingkungan masing-masing. Mahasiswa juga diharapkan bisa menjadi mesin pendorong pembangunan di lingkungan masing-masing.

Kemudian, Tito juga meminta mahasiswa tidak mudah mempublikasikan informasi yang belum akurat. Menurut Tito, sebagai kaum intelektual mahasiswa harus bisa mencerna sebuah informasi sebelum membuat keputusan tentang informasi tersebut.

Oleh karenanya, Tito ingin mahasiswa ikut berperan dalam menjaga stabilitas keamanan di kampus masing-masing. Sehingga, kata dia, tidak ada mahasiswa yang terprovokasi oleh isu-isu yang memecah belah bangsa Indonesia.

"Kita adalah negara NKRI yang berbeda beda tetapi justru itu yang menjadi pemersatu kita, hal itu adalah kekayaan bangsa kita yang harus kita banggakan, itu yang saya tekankan kepada adik adik mahasiswa," ucapnya.

"Intinya adalah demokrasi harus kita kawal, Tp demokrasi ini juga memiliki tata cara aturan, tidak sebebas bebasnya dan kita dorong pembangunan sikap kritis boleh dilakukan dalam rangka untuk kritik kritik yang konstruktif, dan polri tugasnya adalah untuk memelihara dan menjaga stabilitas keamanan, melindungi mereka," pungkas jenderal bintang empat itu.

Selain Tito, dalam acara itu turut hadir beberapa pejabat Polri. Mereka di antaranya, Kadivhumas Polri Irjen Boy Rafli Amar, Kepala STIK Lembaga Pendidikan Kepolisian Irjen Sigid Tri Hardjanto dan Kapolres Jakarta Barat Kombes Rudy Hariyanto Adi Nugroho.

Sementara untuk Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang hadir antara lain, BEM Universitas Trisakti, BEM Universitas Indonesia, BEM Universitas Islam Riau, BEM Malang Raya, BEM Universitas Sulawesi Tenggara, BEM Universitas Palembang, BEM Universitas Asahan Sumatra Utara, BEM Universitas Muhamadiyah Makasar, BEM IAIN Palu dan lain-lain.‎

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP