Kapolri Sebut Lonjakan Kasus Covid-19 Akibat Klaster Kerumunan

Senin, 7 Juni 2021 15:16 Reporter : Supriatin
Kapolri Sebut Lonjakan Kasus Covid-19 Akibat Klaster Kerumunan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto-Kepala BNPB Ganip Warsito-Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. ANTARA

Merdeka.com - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengatakan peningkatan kasus Covid-19 usai libur Lebaran Idulfitri 2021 rata-rata disebabkan klaster kerumunan. Baik itu kerumunan saat kegiatan silaturahmi maupun berwisata.

"Terkait dengan meningkatnya angka Covid-19 pasca arus balik dari hasil evaluasi, kita dapati bahwa rata-rata terjadi karena klaster kerumunan," ungkapnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/6).

Sejalan dengan terjadinya kerumunan, kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan, terutama menggunakan masker menurun. Sementara itu, fungsi posko Covid-19 tidak berjalan optimal.

"Sehingga kemudian kami TNI, Polri menurunkan tim untuk memberlakukan kegiatan pengetatan dan penguatan PPKM mikro," ujarnya.

Selain memperketat pelaksanaan PPKM mikro, Listyo mengaku memperkuat tracing dan testing. TNI dan Polri telah menerjunkan empat kompi personel gabungan untuk memperkuat tracing dan testing di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.

"Harapan kita dalam beberapa hari ke depan klaster Kudus terkait dengan laju pertumbuhan Covidnya bisa kita antisipasi," ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin mengatakan lonjakan kasus Covid-19 usai libur Lebaran Idulfitri terjadi di sejumlah daerah. Di antaranya di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah dan Bangkalan, Madura, Jawa Timur.

"Kenaikan yang tinggi ini terjadi karena adanya peningkatan kasus. Kita tahu Kudus adalah daerah ziarah, sedangkan di Madura banyak pekerja migran yang pulang dari negara tetangga," ungkapnya dalam konferensi pers yang disiarkan melalui YouTube Sekretariat Presiden, Senin (7/6).

Budi menjelaskan, sebelum libur Lebaran Idulfitri 2021, tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 Kudus yang terpakai hanya 40. Namun, setelah libur Lebaran Idulfitri naik drastis menjadi 350 tempat tidur terisi.

Sementara di Bangkalan, kini sebanyak 80 tempat tidur di rumah sakit rujukan Covid-19 terisi. Padahal sebelum libur Lebaran Idulfitri 2021, hanya 10 tempat tidur terisi.

Guna mengantisipasi terus bertambahnya pasien Covid-19, Budi mendorong pemerintah daerah Kudus dan Bangkalan merujuk pasiennya ke ibu kota daerah. Misalnya pasien dari Kudus dirujuk ke RS Semarang, sedangkan Bangkalan bisa merujuk ke Surabaya.

"Alhamdulillah kapasitas RS di Semarang dan Surabaya itu cukup untuk menerima rujukan dari Kudus dan Bangkalan," katanya. [rhm]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini