Kapolres Janji Tangkap Penipu Investasi Obat Herbal Senilai Rp17 M di Klaten
Merdeka.com - Polres Klaten Jawa Tengah menyelidiki kasus dugaan penipuan investasi bodong yang dilakukan PT Khrisna Alam Sejahtera. Penyelidikan dilakukan setelah sejumlah korban melaporkan kasus tersebut ke Mapolres Klaten.
"Sudah ada 3 orang yang melaporkan terkait kasus itu dan itu sudah mewakili dari seluruh korban," ujar Kapolres Klaten AKBP Aries Andhi, saat ditemui, Senin (15/7).
Kepolisian segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan penyelidikan. Ia berjanji segera menangkap bos PT Krishna Alam Sejahtera, Alfarizi. Ia juga meminta masyarakat khususnya para korban agar tetap tenang dan memercayakan kasus tersebut ke kepolisian.
"Saat ini tim sudah bekerja dan fokus utama kita segera melakukan penangkapan terhadap Alfarizi, pemimpin dari PT Krishna Alam Sejahtera," katanya.
Aries menambahkan, pihaknya juga fokus pada tindak pidana pencucian uang yang dilakukan Alfarizi menggunakan uang yang telah dikumpulkan dari ribuan warga. Termasuk kemungkinan digunakan untuk investasi dalam bentuk lain, atau dibelikan barang berharga lainnya.
"Harapan kami nanti di luar proses penyidikan yang kita lakukan, uang yang disetorkan masyarakat ini bisa dikembalikan," katanya.
Terkait total jumlah kerugian dari seluruh korban, Kapolres memperkirakan mencapai Rp17 miliar. Apalagi investasi yang diserahkan oleh para korban kepada PT Khrisna Alam Sejahtera mencapai puluhan juta. Yakni ada yang mengambil paket Rp8 juta, Rp16 juta dan Rp24 juta.
Sebelumnya, ratusan warga mendatangi Mapolres Klaten, Jawa Tengah, Senin (15/7) pagi. Mereka melaporkan dugaan penipuan investasi obat herbal yang dilakukan PT Khrisna Alam Sejahtera. Perusahaan yang berkantor di Kringinan, Desa Kajen, Kecamatan Ceper tersebut menjanjikan keuntungan yang cukup besar jika masyarakat menanamkan modal untuk usaha obat herbal.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya