Kapolda Sumut bentuk tim dalami dugaan helikopter Polri bawa pengantin
Merdeka.com - Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Waterpauw membentuk tim untuk mendalami dugaan helikopter Polri yang digunakan membawa pengantin di Pematang Siantar. Meski begitu, dia tetap berkeyakinan tidak ada komersialisasi aset negara itu.
"Tadi pagi sudah kami bahas juga, karena baru ada berita itu, karena itu tidak benar. Yang sesungguhnya anggota kami sedang melakukan patroli di daerah (Pematang) Siantar kemudian ada sepasang pengantin yang memanfaatkan untuk sekedar foto," kata Paulus di halaman Masjid Agung, Jalan P Diponegoro, Medan, Rabu (28/2).
Pernyataan Paulus ini masih didasarkan pada laporan stafnya. Laporan itu masih akan didalami.
"Tapi kami tentu tidak begitu saja percaya. Saya sudah membentuk tim untuk mendalami apa ada kesengajaan apa tidak? Apa memang memang fasilitas seperti itu dimanfaatkan?" ucapnya.
Namun berdasarkan laporan yang diterimanya, momen itu hanya dimanfaatkan pengantin untuk mengambil foto.
"Saya pikir ya di tempat-tempat lain teman-teman kita satuan tugas juga sama ya. Artinya sekarang kan terbuka ya tidak ada yang ditutup-tutupi, kalau ada upaya untuk misalnya melihat peralatan," sambung Paulus.
Ditanya tentang boleh tidaknya pasangan pengantin berfoto di dalam helikopter Polri itu, kata Paulus, harus melihat kepentingannya.
"Dalam konteks tugas, harusnya tidak dibolehkan. Kalau di pinggir bolehlah. Saya belum pelajari yang sesungguhnya seperti apa," ucapnya.
Seperti diberitakan, sejumlah video beredar di media sosial tentang pasangan pengantin yang menggunakan helikopter diduga milik Polri, sejak terbang hingga mendarat. Selanjutnya pasangan pengantin turun, mereka kemudian melintasi karpet merah. Peristiwa disebutkan terjadi di Lapangan H Adam Malik, Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (25/2) lalu.
(mdk/dan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya