Kapolda Sumsel instruksikan tembak mati buronan gembong rampok emas

Senin, 29 Januari 2018 21:20 Reporter : Irwanto
Kapolda Sumsel instruksikan tembak mati buronan gembong rampok emas ilustrasi kejahatan pistol. sxc.hu

Merdeka.com - Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara menginstruksikan anak buahnya menembak mati Budi alias Jowi, gembong perampokan toko emas di Muara Enim yang masih buron. Sejauh ini polisi telah meringkus empat pelaku, satu di antaranya tewas dihajar massa.

"Hidup atau mati, dia akan kami tangkap. Akan kami sikat karena caranya beraksi sangat sadis," ungkap Zulkarnain, Senin (29/1).

Dia meminta pelaku menyerahkan diri karena penyidik telah mengendus keberadaannya. Jika tetap bersembunyi dan kabur, polisi tak segan-segan menembaknya hingga tewas.

"Sebaiknya menyerahkan diri, jangan sampai kami ambil tindakan tegas," ujarnya.

Menurut dia, komplotan tersebut berjumlah lima orang. Empat orang yang beraksi di lokasi kejadian dan satu orang sebagai penyedia tempat singgah sebelum dan sesudah beraksi.

Empat orang yang beraksi yakni Suwito alias Didin Sugianto (37) bersama adiknya Sudikdo alias Sudigdo, warga Desa Petungasri, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, lalu Indra Levi (36) warga Kabupaten Empat Lawang, serta Budi alias Jowi yang masih buron. Sementara Sumalianto (50) warga Kecamatan Batumarta, Kabupaten OKU, merupakan penyedia tempat singgah.

Keempat pelaku datang menggunakan dua sepeda motor masing-masing dikendarai dua orang dan berpencar ke dua toko. Keempat tersangka yang berbekal senjata api pabrikan jenis FN, langsung menodongkan senjatanya dan mengancam para pemilik toko untuk menyerahkan emas.

Pelaku Suwito dan Jowi mendapatkan emas seberat 1,1 kilogram, sedangkan pelaku Levi dan Sudikdo mendapatkan 2 kg emas. Saat berupaya melarikan diri, warga yang mengetahui kejadian langsung mengerumuni para pelaku namun para pelaku melepaskan tembakan ke udara untuk menakuti warga.

Suwito dan Jowi berhasil melarikan diri sedangkan Levi dan Sudiko sudah menjadi sasaran amuk massa dan gagal kabur. Levi kritis usai dimassa sementara Sudikdo tewas di lokasi kejadian.

"Kami masih mencari 2 kg emas itu, apakah hilang atau dibawa pelaku yang buron," kata dia.

Zulkarnain menambahkan, penyidik masih menelusuri asal kepemilikan senjata api pabrikan tersebut karena misteri belum terungkap apabila masih ada yang buron.

"Keterangan para tersangka yang sudah tertangkap masih berubah-ubah. Seharusnya memang disikat betul biar jujur," tegasnya.

Sementara itu, tersangka Suwito mengaku melebur satu kilogram emas hasil rampokan dan menjualnya di Jakarta seharga Rp 250 juta. Kemudian, dia pulang ke kampung halamannya di Pasuruan untuk menemui istri.

"Kami sudah rencanakan perampokan itu jauh hari. Yang punya ide Jowi, saya tidak tahu dimana dia sekarang," pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, perampokan itu terjadi di dua toko emas di Pasar Gelumbang, Muara Enim, Kamis (11/1) pagi. Korban mengalami kerugian beberapa kg emas yang dibawa kabur pelaku.

Saat itu, kawanan pelaku membawa senjata api dan menembak etalase emas serta mengancam korban. Begitu berusaha kabur menggunakan sepeda motor, dua pelaku ditangkap warga.
Satu pelaku bernama Sudikdo, warga Karang Asem, Purwokerto, Jawa Tengah, tewas usai dihajar massa.

Sedangkan rekannya, Refi, kritis dan dilarikan ke rumah sakit. Polisi menyita dua pucuk senjata api berikut 12 butir amunisi aktif dan sebagian emas yang gagal dibawa lari pelaku. [eko]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini