Kapolda Sumsel Akui Kesulitan Ungkap 2 Kasus Karhutla Melibatkan Korporasi

Selasa, 12 Maret 2019 22:28 Reporter : Irwanto
Kapolda Sumsel Akui Kesulitan Ungkap 2 Kasus Karhutla Melibatkan Korporasi Kebakaran lahan di Meranti. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan tahun 2018 yang ditangani polisi berjumlah 10 kasus, dua diantaranya berasal dari korporasi. Satu kasus yang melibatkan korporasi telah ditingkatkan ke penyidikan.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengakui pengungkapan kasus karhutla yang melibatkan korporasi terbilang lambat dan sulit. Sebab, penyidik memerlukan bukti kuat, terutama keterangan saksi.

"Ya memang namanya korporasi kan badan usaha, orangnya tetap jadi tersangka. Mencari tersangkanya itu tentu harus dibuktikan oleh saksi ahli," untuk Zulkarnain, Selasa (13/3).

Menurut dia, saksi ahli tersebut berasal dari korporasi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Belum lagi mengetahui pencemaran lingkungan yang diakibatkan dari kebakaran itu.

"Siapa yang bertanggungjawab dalam sebuah korporasi, yang memerintahkan, itu dari keterangan saksi ahli dari korporasi, dari kementerian juga. Tidak gampang sebetulnya," sambung Zulkarnain.

Dia menjelaskan, kasus karhutla yang ditangani Polda Sumsel dan jajaran di tahun lalu sebanyak sepuluh kasus. Dari jumlah itu, tujuh diantaranya sudah P21 yang semuanya berasal dari perorangan.

"Korporasi ada dua, satu penyidikan dan satu lagi penyelidikan korporasi," kata dia.

Sebelumnya, Zulkarnain menyebut pihaknya tengah memproses dua perusahaan yang berlokasi di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Musi Banyuasin dalam kasus karhutla. Perusahaan di Ogan Komering Ilir sudah ditingkatkan menjadi penyidikan karena sebanyak 110 hektar lahannya terbakar.

Sedangkan korporasi di Musi Banyuasin dengan luasan lahan terbakar 125 hektar masih dalam proses penyelidikan. [ray]

Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini