Kapolda Jateng dan Gatot Nurmantyo ikut kirab malam 1 Sura di Solo

Senin, 10 September 2018 22:15 Reporter : Arie Sunaryo
Kapolda Jateng dan Gatot Nurmantyo ikut kirab malam 1 Sura di Solo Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono, mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, Pangdam IV Diponegoro M. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Istana Mangkunegaran, Solo menggelar peringatan malam 1 Sura, Senin (10/9) malam. Ribuan warga ikut menyaksikan kirab dan berebut air bekas jamasan pusaka di depan Pendapi Ageng Istana. Sejumlah pejabat dan tokoh masyarakat juga mengikuti kirab pusaka tersebut.

Selain kerabat Istana Mangkunegaran, ikut juga dalam barisan kirab mengelilingi benteng istana sepanjang sekitar 1,2 kilometer di antaranya mantan Panglima TNI Jenderal TNI Purn Gatot Nurmantyo, Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono, Pangdam IV Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto, anggota DPR Aria Bima, Wakil Wali Kota Solo Ahmad Purnomo dan lainnya.

Kapolda Jateng bersyukur bisa mengikuti peringatan malam 1 Sura di Istana Mangkunegaran. Bahkan dia mengaku sering mengikuti kirab sejak masih duduk di bangku SMA. Untuk itu, dia sebelumnya telah mempersiapkan pakaian dan perlengkapan lain.

"Saya sejak kecil, sejak SMA sudah sering ikut kirab seperti ini. Jadi sudah mempersiapkan beskap (pakaian Jawa)," ujar Condro.

Keikutsertaanya dalam kirab, lanjut pria kelahiran Solo 56 tahun lalu tersebut, lantaran ingin ikut nguri-uri atau melestarikan budaya, khususnya budaya Jawa. Menurutnya, kirab pusaka merupakan bagian dari budaya asli Indonesia yang harus dilestarikan.

Panitia kirab, Joko Pramudyo menyampaikan, ada empat pusaka milik Mangkunegara IX yang dikirab pada malam 1 Sura. Yakni tiga tombak yang selimuti kain putih, serta sebuah pusaka di dalam Jordan (kotak kayu) diarak mengelilingi benteng luar Istana Mangkunegaran.

"Selama kirab, peserta berjalan dengan tapa bisu atau berdiam diri. Ritual tapa bisu selalu dilakukan sebagai bentuk perenungan," katanya.

Berbeda dengan perayaan tahun baru Masehi yang terkesan berhura-hura, menurut Joko, perayaan tahun baru Jawa, adalah momen merenung dan berkontemplasi. Kegiatan itu akan berlangsung sejak tengah malam hingga pagi hari.

"Setelah kirab ini nanti akan kita lanjutkan dengan kegiatan semedi di pendapa," jelasnya.

Sementara itu berdasarkan pantauan di lokasi ribuan warga mulai memasuki istana selepas salat Magrib. Kirab dimulai sekitar pukul 19.15 WIB. Usai kirab, warga kemudian berebut air suci yang sebelumnya digunakan untuk mencuci pusaka.

Kirab pusaka diawali dari Bangsal Tosan, menuju Pendhapi Ageng, kemudian melewati Pamedan ke selatan. Setelah keluar dari istana, kirab berbelok ke kanan dan mengelilingi tembok istana dan kembali masuk Pendapi Ageng. [cob]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini