Kampungnya Luluhlantak, Warga Cigobang Sudah 22 Hari Bertahan di Pengungsian
Merdeka.com - Warga Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak, Banten sudah 22 hari bertahan di posko pengungsian. Mereka belum bisa kembali karena kondisi perkampungannya luluhlantak diterjang banjir bandang dan longsor.
"Kami minta warga Cigobang bersabar tinggal di pengungsian dan dipastikan akan direlokasi ke tempat yang lebih aman dari ancaman bencana alam itu," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak Kaprawi di Lebak, Kamis. Seperti dilansir Antara.
Masyarakat yang tinggal di perkampungan Cigobang Kecamatan Lebak Gedong belum kembali ke rumah mereka. Sebagian besar rumah mereka rusak berat, tertimbun, bahkan hilang diterjang banjir bandang dan longsor.
Pemerintah daerah memfokuskan warga Cigobang tinggal di Posko Pengungsian Dodiklatpur dan di tempat lainnya. Sebab, sudah tidak ada bangunan rumah di perkampungan mereka.
"Kami menunggu keputusan Bupati Lebak Iti Octavia untuk melakukan relokasi ke tempat yang lebih aman dari ancaman bencana alam," katanya menjelaskan.
Ahmad (55), tokoh masyarakat Kampung Cigobang mengatakan saat ini kampung Cigobang yang berbatasan dengan Kampung Cilaksa Kabupaten Bogor sudah tidak terisolir.
Pendistribusian logistik berupa makanan, minuman kemasan, beras, lauk pauk, selimut, pakaian, peralatan mandi, pakaian dalam dan lainnya sudah diterima di posko pengungsian.
Sebagian warga Kampung Cigobang juga tinggal di Pesantren Daarul Muttaqin setempat yang selamat dari bencana banjir bandang dan longsor.
Warga yang mengungsi di pesantren itu sekitar 100 jiwa dan mereka mengikuti pengajian sambil menunggu kepastian dari pemerintah.
"Kami setuju direlokasi ke tempat yang lebih aman, namun lokasinya tidak jauh dengan kampung sebelumnya itu," katanya.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya