Kalahkan Semarang, Solo Jadi Kota Terpadat di Jawa Tengah

Jumat, 19 Maret 2021 22:31 Reporter : Arie Sunaryo
Kalahkan Semarang, Solo Jadi Kota Terpadat di Jawa Tengah balai kota solo. wikipedia.org/Bennylin

Merdeka.com - Kota Solo menjadi yang pertama sebagai kota terpadat di Jawa Tengah, mengalahkan ibu kota provinsi, Semarang. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solo Totok Tavirijanto mengatakan, data sensus penduduk September 2020 menunjukkan, jumlah penduduk Kota Bengawan sebanyak 522.364 jiwa. Sedangkan luas Kota Solo hanya 46 kilometer persegi.

“Dari total 522.364 jiwa itu, jumlah penduduk laki-laki ada 257.043 jiwa dan perempuan 265.321 jiwa. Jadi kepadatan penduduk Solo sebesar 11.353 jiwa/km²,” ujar Totok, Jumat (19/3).

"Angka ini memang tertinggi di Jawa Tengah. Kalau dibanding dengan rata-rata Jawa Tengah masih paling tinggi. Jawa Tengah ada 35 kabupaten/kota. Kepadatannya cuma 1.113 jiwa/km²," terangnya.

Jika dibandingkan Semarang, lanjut dia, jumlah kepadatan pendudukan Solo lebih tinggi. Dimana di Kota Semarang, kepadatannya hanya 4.424 jiwa. Sehingga bisa dikatakan 2,5 kali lipat kepadatan penduduk di Semarang.

“Jumlah penduduk Solo ini tersebar di 5 kecamatan. Kecamatan Laweyan 88.524 jiwa, Serengan 47.778jiwa, Pasarkliwon 78.517 jiwa, Jebres 138.775 jiwa dan Banjarsari 168.770 jiwa,” urainya.

Ia menambahkan, jika dilihat sebarannya, berdasarkan luasan kecamatan maka paling padat itu ada di Pasarkliwon. Di wilayah timur Solo itu, hasil sensus menunjukkan jumlah penduduk 78.517 jiwa dengan luas 4.882 km². Sehingga kepadatan penduduknya 16.083 jiwa.

“Solo ini menjadi kota terpadat di Jawa Tengah karena merupakan pusat perekonomian, wisata dan pendidikan. Sehingga banyak sekali orang-orang yang dari luar kota Solo juga berada di Solo," katanya.

Sementara itu berdasarkan kelompok umur, dari 522.364jiwa itu 11 persen post generasi Z (usia sekarang sampai tujuh tahun), 25 persen generasi Z (usia 8-23 tahun). Kemudian 24 persen milenial (usia 24-39 tahun), 23 persen generasi X (usia 40-55 tahun), 15 persen boomer (56-74) dan 2 persen pre-boomer (usia di atas 75 tahun). [ray]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Surakarta
  3. Sensus Penduduk 2020
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini