Kakorlantas: Manajemen bus harus tanggung jawab kecelakaan di tanjakan Emen
Merdeka.com - Kakorlantas Mabes Polri Irjen Pol Royke Lumowa, menjenguk pasien korban kecelakaan maut di tanjakan Emen, yang dirawat di RSUD Tangsel. Selain menjenguk 15 pasien korban kecelakaan, Royke ingin mendengar langsung kesaksian para korban, terkait cara berkendara sang sopir maut.
"Dari beberapa keterangan pasien yang masih segar bicara, saya bertanya bagaimana dengan kelakuan sopir saat berangkat, dan sebagai pasien sebenarnya menjelaskan, kalau sopir awal berangkat dengan tiga bus itu cukup tertib dan tidak ugal-ugalan," bilang dia, Minggu (11/2) malam.
Dalam kunjungannya ke RSUD Tangsel itu, Royke sempat berbincang dengan pasien langsung dan keluarga pasien. Dia juga menyampaikan doa dan dorongan semangat kepada para pasien, untuk berjuang melawan sakit yang dialami para korban.
Dari hasil pemeriksaan Polisi, yang diperkuat dengan hasil pengecekan Korlantas terhadap sistem pengereman bus, yang memperlihatkan adanya gangguan di luar fungsi rem di bagian roda kanan belakang.
"Harusnya ada aliran hidrolik di selang itu, tapi selang itu tinggal satu saja tercabut," kata dia.
Dipastikannya, selain sang sopir yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan itu, Irjen Royke menyebutkan, juga tak menutup kemungkinan pihak Perusahaan Otobus juga ikut bertanggung jawab.
"Yang jelas sopir selaku tersangka, tidak menutup kemungkinan pihak PO harus bertanggungjawab dalam musibah ini," bilang Royke.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya