Kabupaten Bekasi Siaga Satu Bencana hingga Maret 2023

Kamis, 8 Desember 2022 01:00 Reporter : Enriko
Kabupaten Bekasi Siaga Satu Bencana hingga Maret 2023 Banjir di Bekasi. ©2013 Merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pemerintah Kabupaten Bekasi menetapkan status siaga satu untuk menghadapi bencana yang berpotensi terjadi jelang akhir 2022. Status itu diberlakukan hingga Maret 2023.

"Kami sudah tetapkan siaga satu sampai Maret nanti. Jadi selalu ada tim yang 24 jam turun ke lapangan jika dibutuhkan evakuasi. Kami sudah sosialisasi melalui camat kepada warga bahwa jika hujan sudah turun lebih dari satu jam maka harus waspada," kata Penjabat Bupati Bekasi Dani Ramdan, Rabu (7/12).

Dia mengatakan, sebagai daerah dataran rendah, banjir menjadi potensi bencana tertinggi di Kabupaten Bekasi. Apalagi, terdapat sejumlah aliran sungai besar yang melintasi wilayah ini.

Untuk mengantisipasi dampak buruk bencana, beberapa waktu lalu Dani meninjau kondisi titik tanggul sungai yang kritis, seperti di Kecamatan Kedungwaringin dan Cabangbungin.

"Salah satu titik persoalannya ada di Cibeet dan solusi penanganan banjir Sungai Cibeet dengan membangun bendung di bagian hulu seperti di wilayah Kabupaten Bogor," ungkapnya.

2 dari 2 halaman

Pemerintah, lanjut dia, sudah merencanakan pembangunan bendung di Sungai Cibeet, Kabupaten Bogor. Namun pembangunannya sempat tertunda di tahun kemarin.

"Insyaallah tahun ini akan diajukan lagi serta 2024 akan direalisasikan. Ini penting karena salah satu sungai meluap yang membuat banjir itu Cibeet di Kedungwaringin," ucapnya.

Titik rawan lainnya yakni tanggul Sungai Citarum di Kecamatan Cabangbungin. Berdasarkan laporan warga, kata Dani, terdapat banyak rembesan aliran air dari sungai tersebut yang menggenangi jalan dan rumah warga sekitar.

Setelah dicek langsung ke lokasi, rembesan air diakibatkan adanya lubang di luar pintu air tanggul. Meskipun saluran pembuangannya telah ditutup, air Sungai Citarum tetap masuk.

"Kami akan segera koordinasikan dengan BBWS Citarum untuk penanganan dan antisipasinya, karena musim hujan ini masih panjang sampai awal tahun depan," ucapnya.

Dani mengatakan, pihaknya telah menyosialisasikan kepada warga agar bersiaga menghadapi bencana. Warga diharapkan bisa bertindak cepat dan tepat jika bencana menerjang kediaman atau lingkungan sekitarnya.

"Kemudian warga juga sudah mengetahui jalur evakuasi dan mencari lokasi yang aman,tidak menunggu air datang, terutama untuk kelompok usia rentan, anak-anak serta difabel itu harus didahulukan evakuasinya," ungkapnya.

Baca juga:
Banjir di Pati Dipicu Kerusakan Hutan, Ini Kata Ganjar Pranowo
Buat Surat Edaran, MUI Jabar Tegaskan Bencana Bukan Azab Tuhan
Erupsi Semeru Masih Berlangsung, Begini Nasib Ratusan Warga Terdampak di Pengungsian
Keluarkan Abu Vulkanik Setinggi 700 Meter, Gunung Kerinci Berstatus Waspada Level 2
Jembatan Tertutup Lahar Hujan Gunung Semeru, Warga Sumberlangsep Terisolasi
Jokowi Minta Antisipasi Bencana dan Cuaca Ekstrem Akhir Tahun: Pastikan Negara Hadir

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini