Kabareskrim baru, ciduk Susno Duadji hingga ungkap korupsi Gorontalo

Senin, 19 Januari 2015 12:25 Reporter : Efendi Ari Wibowo
Kabareskrim baru, ciduk Susno Duadji hingga ungkap korupsi Gorontalo Budi Wasesa. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Kepala Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi Polri (Sespimti) Irjen Pol Budi Waseso diangkat menjadi Kabareskrim menggantikan Komjen Suhardi Alius. Di balik penunjukan yang menimbulkan pro dan kontra itu, Istana tampaknya tak asal pilih orang.

Budi Waseso adalah salah satu perwira tinggi yang memiliki rekam jejak moncer di dalam Korps Bhayangkara. Saat masih berpangkat Kombes Pol, dia menjabat sebagai Kepala Pusat Pengamanan Internal (Kapus Paminal) Polri.

Kala itu sedang santer kasus cicak versus buaya atas penetapan Mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji sebagai tersangka kasus korupsi dana pengamanan Pilkada Jawa Barat oleh KPK. Budi Waseso merupakan orang yang berhasil memimpin penangkapan Susno pada April 2010 di Bandara Soekarno-Hatta ketika akan pergi ke Singapura.

Walaupun dalam penangkapan tersebut, Susno tidak diborgol tetapi sempat terjadi perdebatan antara keduanya. Akhirnya dengan berbagai cara, Budi Waseso berhasil menggelandang Susno ke Mabes Polri.

Aksi lain yang pantas diacungi jempol adalah prestasi Budi Waseso ketika menjabat sebagai Kapolda Gorontalo. Dia yang telah berpangkat Brigjen Pol tanpa ampun membabat habis kasus-kasus korupsi yang terpendam lama di Polda Gorontalo.

Bringasnya Budi Waseso membongkar kasus korupsi yang melibatkan sejumlah pejabat daerah di Gorontalo, membuat dia dicopot dari jabatannya. Namun, pencopotannya ini membuat pangkatnya dinaikkan jadi bintang dua dengan diberi jabatan sebagai Widyaiswara Utama Sespim Polri.

Tidak hanya itu, sikap tegas dalam memimpin Korps Bhayangkara pun ditunjukkan dalam menyikapi polisi artis Briptu Norman Kamaru. Kala itu, Budi meminta Norman untuk kembali ke Gorontalo mengurus izin cuti sebelum tampil di beberapa stasiun televisi di Jakarta.

Menurutnya setiap anggota Polri harus mematuhi peraturan dan norma di institusi tersebut tanpa terkecuali. Norman tidak dilarang untuk mengembangkan potensinya, tetapi harus mengikuti aturan main di Polri dengan mengurus surat perizinan terlebih dahulu.

Sekarang setelah dilantik menjadi Kabareksrim, Budi Waseso berjanji kan mengusut kasus-kasus korupsi di Mabes Polri yang menyangkut para jenderal. Kini kita tinggal menunggu aksi Budi Waseso berani ungkap kasus besar atau tidak. [eko]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini