Kabar Gembira, PPDS Anestesi di RS Hasan Sadikin Kembali Dibuka Setelah Dibekukan Sejak Bulan April

Azhar menjelaskan bahwa Kemenkes tidak pernah menghentikan prodi Anestesi di FK Unpad terkait kasus itu.

Robby Bouceu
Oleh Robby Bouceu - Reporter
Kabar Gembira, PPDS Anestesi di RS Hasan Sadikin Kembali Dibuka Setelah Dibekukan Sejak Bulan April
PPDS Anestesi di RS Hasan Sadikin Kembali Dibuka (@ 2025 merdeka.com)

Kementerian Kesehatan mengumumkan kembali dibukanya Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) jurusan Anestesi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, setelah dibekukan sejak bulan April 2025.

Untuk Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Padjadjaran (Unpad) pada Kamis 24 Juli 2025. Ini menyusul serangkaian evaluasi yang telah dilakukan oleh FK Unpad dan kesepakatan bersama RHSH.

"Hari ini berdasarkan laporan inspektorat general Kementerian Kesehatan dan Kementerian Dikti Saintek dikatakan bahwa Rumah Sakit Hasan Sadikin dan FK Unpad sudah memenuhi semua kewajibannya sehingga proses residensi prodi Anestesi dapat dimulai kembali," Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Azhar Jaya.

Sebelumnya PPDS Anestesi dihentikan sementara, pada 10 April 2025. Keputusan tersebut diambil terkait kasus pemerkosaan kepada tiga orang yang terjadi di RSHS olah tersangka Priguna Anugerah Pratama, yang ketika itu merupakan dokter residen anestesi FK Unpad di rumah sakit tersebut.

Azhar menjelaskan bahwa Kemenkes tidak pernah menghentikan prodi Anestesi di FK Unpad terkait kasus itu. Hanya, program residensi di RSHS dihentikan sementara waktu.

"Yang ada adalah menghentikan residensi prodinya boleh berlangsung di tempat yang lain, rumah sakit yang lain tapi untuk residensi ini kita hold dulu sambil ada perbaikan-perbaikan yang dilakukan oleh pihak FK UNPAD maupun pihak Rumah Sakit Hasan Sadikin,” kata dia.

Dijelaskan Azhar, sejumlah perbaikan itu meliputi evaluasi manajemen, perbaikan tata SOP, sistem penerimaan hingga sejumlah indikator penilaian.

"Itu semua kita perbaiki jadi ada yang menjadi ranahnya FK UNPAD, ada yang menjadi ranahnya kami seperti tanggung jawab kerja dan sebagainya, kontrak kerja dan sebagainya, itu semuanya kita perbaiki," kata dia.

Azhar mengatakan, pihak Kemenkes akan terus melakukan monitoring berkala terhadap pelaksanaan PPDS tersebut. Termasuk memantau kesiapan dan kondisi para dokter yang menjalani residensi di RSHS.

Di kesempatan yang sama, Direktur Utama RSHS Bandung, Rachim Dinata Marsidi mengungkapkan rasa syukur dengan kembali dibukanya PPDS Anestesi di RSHS. Ia berkomitmen pihaknya senantiasa memberikan yang terbaik dalam penyelenggaraan PPDS Anestesi di RSHS.

"Insya Allah kami akan memberikan atau membuat perbaikan, sehingga kami bisa menghasilkan kebaikan dan sedikitnya adalah dokter-dokter RSHS yang handal," kata dia.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unpad, Zahrotur Rusyda Hinduan, mengatakan banyak hikmah diambil oleh pihaknya terkait kasus Priguna beberapa waktu lalu.

"Ada 11 PR yang sudah kita lakukan dari 4 kemudian 17 yang kita lakukan bersama dan nanti masih ada lagi 2 yang sedang kami lakukan prosesnya dan akan dilakukan sosialisasi mengenai perlindungan kepada seluruh SDM yang terlibat dalam PPDS," katanya.

Ia berharap, tidak kembali terulang kasus serupa Priguna dan dengan serangkaian pembenahan program pendidikan kedokteran dapat lebih baik di masa mendatang.

"Mudah-mudahan kedepannya kami masih bisa terus berkolaborasi dan pastinya kami di internal Unpad, membenahi banyak hal dan semoga kejadian yang seperti kemarin tidak terulang kembali dan ke depannya justru pendidikan kedokteran itu jauh lebih baik," kata dia.

Rekomendasi