Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jumat Agung di Purbalingga sekaligus doakan Pilkada & Pilpres berlangsung damai

Jumat Agung di Purbalingga sekaligus doakan Pilkada & Pilpres berlangsung damai Jumat Agung di Purbalingga. ©2018 Merdeka.com/Abdul Aziz

Merdeka.com - Di hadapan 1.500 umat kristiani warga jemaat Gereja Kristen Jawa (GKJ) Kabupaten Purbalingga, pesan damai pemilihan umum jadi titik tolak saling menjaga keutuhan warga bernegara. Umat diajak untuk sama-sama mengawal dan mencipta suasana pemilu damai dan tidak perlu khawatir menghadapi tahun politik.

"Kita serahkan kepada Tuhan yang maha kasih, agar selama tahun politik yang ditandai dengan pemilihan kepala daerah dan pemilihan presiden berlangsung aman dan damai," kata Pendeta GKJ Purbalingga Slamet Waluyo saat memimpin kebaktian Jum’at Agung, di gereja setempat, Jum’at (30/3).

Berita lengkap mengenai Pilpres bisa dibaca di Liputan6.com

Kebaktian mengambil tema 'Merengkuh Kematian Demi Kemuliaan'. Peringatan Jum’at Agung merupakan peringatan ketika Yesus disalibkan untuk menebus dosa-dosa manusia. Yesus memberikan keselamatan kepada semua orang percaya melalui kebangkitannya dari kematian. Kebaktian Jum’at Agung merupakan rangkaian perayaan Paskah yang akan jatuh pada hari Minggu (1/4).

Slamet Waluyo dalam kesempatan itu juga mengajak umat untuk introspeksi atas kehidupan yang telah mereka jalani. Ia mengungkapkan, kejadian-kejadian besar yang mengakibatkan kematian banyak terjadi akhir-akhir ini.

Baik, peristiwa puluhan orang meninggal di pabrik mercon, serangan teroris yang mengakibatkan kematian, kematian akibat kelaparan di beberapa negara di dunia, kematian orang akibat mengkonsumsi narkotika, dan berbagai kematian lain yang seringkali manusia tidak siap menghadapinya.

'Ada sebagian orang menganggap kematian sebagai suatu realita yang menakutkan. Kematian bisa datang tiba-tiba tanpa diprediksi lebih dahulu. Berbagai upaya dilakukan oleh manusia untuk mencegah kematian, seperti ketika seseorang sakit, mereka berupaya keras untuk melakukan pengobatan agar bisa sembuh dan terhindar dari kematian," kata Slamet.

Kematian Yesus sendiri, ungkapnya, dimuliakan karena ketaatannya. Yesus mati karena kuasa atas kehidupan manusia. "Yesus mengajari kita untuk apa kita mati. Yesus mengajari kita untuk selalu setia kepadaNya hingga mati. Harta dan jabatan yang tinggi itu akan kita tanggalkan ketika kita mati," kata Slamet Waluyo.

(mdk/rzk)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP