Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jonan diminta mundur, Kemenhub sebut macet tanggung jawab korlantas

Jonan diminta mundur, Kemenhub sebut macet tanggung jawab korlantas macet mudik 2016. ©Twitter

Merdeka.com - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengeluarkan kritik keras atas buruknya pengelolaan arus mudik Lebaran 2016. Salah satu yang disoroti adalah kemacetan parah di jalan tol Pejagan dan Brebes hingga puluhan kilometer. Hidayat menyarankan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mundur karena gagal mengurai kemacetan.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi Mustofa Djuraid ikut angkat bicara. Kemacetan arus lalu lintas di jalan tol yang banyak dikritik, tidak ada hubungannya dengan Menteri Perhubungan Jonan.

Sebab, Kementerian Perhubungan tidak punya wewenang apapun terkait manajemen lalu lintas.

"Manajemen lalu lintas adalah di bawah wewenang korps lalu lintas atau korlantas polri. Jadi bagaimana lalu lintas diatur dibuka ditutup lalu contra flow kemudian pengaturan lajur sepenuhnya wewenang korlantas polri," kata Hadi kepada merdeka.com, Kamis (7/7).

Sehingga, salah sasaran jika ada pihak-pihak yang mengkritik Jonan karena kemacetan di jalur mudik.

"Pernyataan Wakil Ketua MPR tidak tepat sasaran. Karena berdasarkan tupoksi kemenhub tidak ada kaitan antara kemacetan di jalan tol dengan kewenangan kemenhub," tambahnya.

Dia juga menanggapi soal mantan dirjen perhubungan darat Djoko Sasono yang mengundurkan diri karena gagal mengatasi kemacetan. hadi menegaskan, persoalannya tidak sesederhana itu.

Diberitakan sebelumnya, Kemacetan parah yang terjadi di ruas tol Pejagan-Brebes saat arus mudik mengundang kritik tajam dari sejumlah pihak. Terlebih belakangan diketahui kemacetan itu disebut-sebut memakan korban jiwa belasan orang meninggal dunia.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan jadi sasaran tembak dan kritik. Salah satunya datang dari Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Dia menyarankan Jonan meniru langkah mantan Dirjen Perhubungan Darat Djoko Sasono yang mundur dari jabatannya karena gagal mengatasi kemacetan. Ketika itu, Djoko Sasono mundur dari jabatan karena kemacetan parah pada libur Natal, 23-24 Desember 2015.

"Sebelumnya sudah pernah kejadian ya dirjen hubdar mengundurkan diri karena merasa gagal. Saya kira itu tradisi yang layak dipertimbangkan," ujar Hidayat Nur Wahid saat gelar open house di Kediamannya, Kemang, Jakarta, Kamis (7/7).

(mdk/noe)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP