Jokowi Kembali Jadi Presiden, Suharta Jalan Kaki 80 Kilometer Singaraja-Denpasar

Rabu, 17 Juli 2019 23:31 Reporter : Moh. Kadafi
Jokowi Kembali Jadi Presiden, Suharta Jalan Kaki 80 Kilometer Singaraja-Denpasar Made Suharta Berjalan Kaki Singaraja-Denpasar. ©2019 Merdeka.com/Moh Kadafi

Merdeka.com - Made Suharta (69) berjalan kaki dari Singaraja, Kabupaten Buleleng dan tiba di kantor Gubernur Provinsi Bali, pada Rabu (17/7) sore, sekitar pukul 17.00 WITA.

Pria asal Kelurahan Banjar Tegal, Singaraja, Kabupaten Buleleng, Bali, ini rela menempuh jarak 80 kilometer dengan waktu 3 hari 2 malam berjalan kaki dari Singaraja ke Denpasar untuk menunaikan janjinya. Suharta berjanji jika Capres Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali terpilih menjadi Presiden bakal berjalan kaki dari Singaraja menuju kantor Gubernur.

"Saya sudah berjanji sejak September lalu. Nanti kalau Bapak Jokowi bisa kembali jadi Presiden saya akan berjalan kaki dari Singaraja," kata Suharta.

Untuk rutenya yang dilewati oleh Suharta yakni Singaraja, Bedugul, Mengwi dan Denpasar. Dia melakukan aksinya sembari mengenakan kaus dan celana berwarna biru serta bertopi merah dengan memanggul tas ransel dengan bendera merah putih.

Dia ke kantor Gubernur Bali dengan niat ingin menyerahkan surat yang ditujukan ke Jokowi dan dititipkan ke Gubernur Bali, I Wayan Koster.

Suharta juga menceritakan, awalnya ia memulai perjalanan pada Senin (15/7) pukul 10.30 Wita lalu. Dari rumahnya ia mengendarai sepeda motor ke Terminal Sangket Singaraja. Kemudian, menitipkan sepeda motornya karena takut niatnya diketahui oleh anak dan istrinya. Selama, di perjalanan Suharta berbekal uang Rp 3 juta.

"Saya titipkan motor di Sangket dengan alasan supaya tidak ada orang yang tahu. Kalau isteri saya tahu bisa tidak dikasih. Tapi saya yakin mampu, setelah diperjalanan baru saya kontak (Isteri) akhirnya didukung," ujarnya.

Selama di perjalanan Suharta mengaku tidak ada kendala. Ia pun bercerita jika lapar dirinya hanya mampir ke warung-warung di pinggir jalan untuk makan. Selama 3 malam perjalanan ia pun sempat menginap di tempat yang berbeda.

"Malam pertama itu (menginap) di Polsek. Di sana saya disambut dengan baik. Kemudian kedua di penginapan dan ketiga di menantu saya di (kawasan) Mengwi dan tadi saya berjalan sampai ke sini (Kantor Gubernur Bali)," ujarnya.

Suharta juga menjelaskan, kenapa dirinya menunaikan janjinya untuk berjalan kaki demi Jokowi. Ia menilai Jokowi adalah sosok pemimpin yang bermasyarakat dan tidak pilih kasih.

"Jujur baru kali ini, saya merasa ada pemimpin bermasyarakat tanpa pilih kasih," ujarnya.

Suharta juga mengaku dulunya bekerja sebagai pegawai di Dinas Kebersihan. Kemudian pensiun pada 2006 lalu. Saat ini dirinya sudah memiliki 4 anak dan 11 cucu. Suharta, di masa tuanya saat ini menyibukkan diri dengan melakukan pembibitan bunga kamboja.

Kedatangan Suharta di Kantor Gubernur Bali, ditemui oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Bali yakni Dewa Made Indra. Terkait hal tersebut, Indra menjelaskan bahwa kebetulan Gubernur Bali sedang pulang kampung untuk acara piodalan.

"Karena itu, saya mewakili Bapak Gubernur, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas integritas yang luar biasa ini. Beliau datang capek-capek ke sini, untuk memenuhi janji kepada dirinya sendiri. Sesampai disini beliau menyampaikan aspirasi. Kita sudah dengar bersama tidak ada satupun aspirasi untuk dirinya sendiri. Dan ini Luar biasa," ujar Indra. [gil]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini