Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jokowi: Karakter kita kalau ada pesaing baru bergerak

Jokowi: Karakter kita kalau ada pesaing baru bergerak Jokowi beli sepatu. ©istimewa

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo membuka Musyawarah Nasional dan Muktamar Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Tahun 2016 di Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (21/10). Dalam sambutannya, Jokowi mengaku senang Perti berhasil islah dengan menggelar Muktamar.

Atas alasan itu, Jokowi mengaku bersedia hadir dalam Muktamar yang juga dihadiri Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin tersebut. "Kalau Islah, saya senang saya hadir tapi kalau (Muktamar) tandingan, saya enggak hadir. Karena apapun kita ingin sebuah organisasi akan semakin baik bila semua bersatu," kata Jokowi.

Jokowi mengatakan, kesenangannya bertambah setelah mengetahui tema Muktamar tersebut, 'Revolusi mental untuk mewujudkan bangsa yang bermartabat dan berakhlak mulia'. Untuk menuju bangsa yang bermartabat, kata dia, Indonesia harus mampu bersaing dengan negara-negara lain.

Dalam era kompetisi saat ini, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta untuk saling meningkatkan kualitas masing-masing. Terlebih, indeks daya saing Indonesia masih dibawah negara-negara tetangga.

"Ini lah posisi yang harus kita kejar saya yakin apabila kompetisi ini kita buka kita akan memenangkan kompetisi itu," ujarnya.

Dalam sambutannya tersebut, Jokowi juga menceritakan tentang pentingnya persaingan. Dia mencontohkan, saat Pom Bensin di Indonesia hanya ada Pertamina di tahun 70-an, perusahaan BUMN itu justru bekerja 'santai'.

Namun, perusahaan lain masuk, Pertamina langsung berbenah karena takut tersaingi. Maka, Jokowi mengingatkan punya pesaing bukan harus ditakutkan namun harus dijadikan patokan untuk menjadi lebih hebat dari para pesaing.

"Pertamina keliahatnnya baik tapi tanpa persaingan jadi semangat kurang jadi malas-malas, pompa bensin kita sangat kumuh, pelayanan tidak baik tapi waktu dibuka agar persaingan, begitu ada lain ada Shell, ada Total masuk, langsung Pertamina berbenah, pompa bensin dicet yang melayani juga pakai seragam. Karakter kita kalau ada pesaing baru bergerak," ujarnya.

Tak hanya itu, Jokowi lalu mencontohkan dunia perbankan yang pada tahun sekitar tahun 1970-1980-an tak ada berdiri Bank Swasta. Namun, saat itu, Bank milik Negara yang hanya satu-satunya juga bekerja malas-malasan. Setelah, Bank Swasta berdiri, kata dia, Bank milik negara langsung pula bekerja lebih keras.

"Saat itu Bank tutup pukul 13.00, ada pukul 13.30, tapi begitu ada persaingan bank swasta dibuka, bank-bank kita berbenah, ATM baik, pelayanan baik pulang juga pukul 16.00-17.00," ujarnya. (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP