Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Tak Abaikan Penyebaran Covid-19 saat Pemulihan Ekonomi

Penanganan pasien yang terkena kasus covid harus terus dilakukan secara konsisten. Ia merujuk pada salah satu negara yang angka kasus Covid-19 menurun pada Januari 2021. Begitu sektor ekonomi dibuka, ada lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan pada Maret.

Intan Umbari Prihatin
Oleh Intan Umbari Prihatin - Reporter
Jokowi Ingatkan Kepala Daerah Tak Abaikan Penyebaran Covid-19 saat Pemulihan Ekonomi
Presiden Jokowi di lokasi banjir NTT. ©2021 Merdeka.com

Presiden Joko Widodo meminta semua kepala daerah fokus pada pengelolaan sekaligus mempercepat pemulihan kesehatan dan ekonomi. Dua isu ini harus terkelola dengan baik, jangan terdistraksi dengan penurunan kasus Covid-19.

"Tugas bapak ibu dan saudara-saudara semuanya adalah dua-duanya harus terkelola dengan baik. Gas dan remnya harus dilakukan secara tepat. Karena yang namanya covid ini barangnya tidak keliatan," kata Jokowi saat memberikan arahan kepada para peserta rapat koordinasi kepala daerah tahun 2021, dikutip merdeka.com dari akun youtube Sekretariat Presiden, Rabu (14/4).

"Jangan sampai terlalu mendahulukan ekonomi kemudian tidak memperhatikan penyebaran covid-19 yang terjadi kenaikan kasus covid meningkat, ekonominya justru menjadi tertekan turun," ia melanjutkan.

Penanganan pasien yang terkena kasus covid harus terus dilakukan secara konsisten. Ia merujuk pada salah satu negara yang angka kasus Covid-19 menurun pada Januari 2021. Begitu sektor ekonomi dibuka, ada lonjakan kasus Covid-19 yang signifikan pada Maret.

Menurut dia, hal ini harus menjadi pelajaran agar tidak tergesa dalam menentukan sebuah kebijakan. Semua keputusan harus dilakukan dengan penuh perhitungan matang.

"Lakukan itu tetapi per sektor. Hati-hati per sektor, hati-hati per sektor, hati-hati per sektor.Caranya harus tepat agar dampak ekonominya bisa kita kendalikan dengan baik," ucap Joko Widodo.

"Kita ingat di bulan Januati yang lalu kasus aktif harian kita berada di angka 14.000, bahkan sampai di 15.000. Hari ini, ini sudah dua minggu angkanya, dua minggu tiga minggu angkanya di angka 6000, 5000, 4000 kasus harian nasional," katanya.

Rekomendasi