Jokowi diminta tak khawatirkan AD bila jadikan Marsekal Hadi sebagai cawapres

Jokowi diminta tak khawatirkan AD bila jadikan Marsekal Hadi sebagai cawapres. Emrus menambahkan, saat ini sudah ada sejumlah purnawirawan TNI yang ada di lingkaran istana berasal dari darat. Sehingga nantinya, para purnawirawan tersebut bisa membantu Jokowi dalam tugas lainnya bila Hadi menjadi cawapres.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Jokowi diminta tak khawatirkan AD bila jadikan Marsekal Hadi sebagai cawapres
Jokowi lantik KSAU Hadi Tjahjanto. ©2017 merdeka.com/titin supriatin

Pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan, Emrus Sihombing mengatakan, saat ini tak ada lagi dikotomi antara matra darat, laut dan udara di TNI. Sehingga, menurutnya, Presiden Joko Widodo tak perlu mengkhawatirkan latar belakang Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dari matra udara bila ingin menggandengnya sebagai cawapres di Pilpres 2019 mendatang.

"Usai reformasi, tak ada lagi dikotomi di tubuh TNI. Semuanya sama. TNI itu satu kesatuan utuh. Jadi silakan bila Hadi Tjahjanto menjadi cawapres Pak Jokowi," kata Emrus dalam keterangannya, Sabtu (5/5).

Dia menilai, kekuatan teritorial TNI tidak hanya dikuasai oleh matra darat. Justru, hari ini, lanjutnya, peperangan modern lebih banyak bertumpu di udara.

"TNI Angkatan Udara juga menguasai teritorial," ujarnya.

Emrus menambahkan, saat ini sudah ada sejumlah purnawirawan TNI yang ada di lingkaran istana berasal dari darat. Sehingga nantinya, para purnawirawan tersebut bisa membantu Jokowi dalam tugas lainnya bila Hadi menjadi cawapres.

"Nantinya, para purnawirawan TNI (AD) yang ada di lingkar istana bisa menjadi menteri-menteri di kabinetnya," ujarnya.

Sebelumnya, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universiras Padjadjaran, Bandung, Muradi, menilai, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto layak jadi kandidat calon wakil Presiden Joko Widodo di Pemilu 2019 mendatang. Muradi mengatakan, capaian karir Hadi di militer selama ini memenuhi kriteria sebagai pendamping mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Capaian prestasi sebagai jenderal bintang empat, hal itu memungkinkan sekali yang bersangkutan bisa dimajukan," kata Muradi, Rabu (25/4/2018).

Untuk diketahui, Hadi Tjahjanto merupakan perwira tinggi TNI AU lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1986. Sebelum menjabat Panglima TNI dan KSAU, Hadi merupakan Irjen Kemhan dan juga pernah menjadi Sekretaris Militer Kepresidenan.

Kedekatan Hadi dengan Jokowi disebut-sebut menjadi salah satu peluang dipilihnya mantan Kepala Dinas Penerangan TNI AU itu sebagai pendamping Jokowi di 2019 mendatang. Bahkan, dalam jajak pendapat warganet tentang pasangan Wakil Presiden dari unsur TNI yang dilakukan akun @OpiniWarganet, pasangan Jokowi-Hadi meraih suara 50 persen dukungan, menyusul Jokowi-AHY 29 persen, dan Jokowi-Moeldoko 21 persen.

Rekomendasi