Jokowi diminta angkat Brigjen KH Syamun jadi Pahlawan Nasional
Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghadiri Muktamar ke-9 Al Khairiyah, Sabtu (22-10). Di hadapan Jokowi, Ketua Panitia Muktamar, Ali Mujahidin meminta pendiri Al Khairiyah Brigjen KH Syamun dijadikan pahlawan nasional.
"Kita di sini selalu menghargai jasa para pahlawan terdahulu, pendahulu kami adalah Brigjen KH Syamun yang mendirikan Al Khairiyah," ujar Ali saat memberikan sambutannya di Kampus Al Khairiyah, Cilegon, Banten.
Menurut Ali, Brigjen KH Syamun adalah sosok tentara sekaligus seorang ulama. KH Syamun, kata dia, sempat diusulkan jadi pahlawan nasional namun belum dikabulkan lantaran hanya berkiprah di wilayah Jawa Barat dan Banten.
"Hanya saja ada pesan penting bahwa kenapa belum layak jadi pahlawan nasional Karena ruang lingkup perjuangannya hanya Banten dan Jabar," ujarnya.
Ali kemudian membandingkan sejumlah pendahulu yang kini jadi pahlawan nasional dengan Brigjen KH Syamun.
"Kami di sini menghormati perjuangan Pattimura, walau Pattimura belum pernah ke Jawa Tengah. Kami juga menghormati Imam Bonjol meski belum pernah ke Manado. Jika berkenan atas usulan Gubernur Banten juga, dapat berkenan mengabulkan permohonan agar Brigjen KH Syamun jadi pahlawan nasional," tandasnya.
Sementara Jokowi dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak Al Khairiyah berdiri hingga saat ini selalu konsisten dengan spirit Brigjen KH Syamun memajukan umat Islam.
"Sejak awal didirikan hingga sekarang, Al Khairiyah selalu dekat dengan misi awal KH Syamun yaitu memajukan umat islam. Mulai dari bentuk pesantren lalu madrasah, SMP, membentuk perguruan tinggi Islam," ujar Jokowi.
(mdk/tyo)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya