JK: Ketum PBNU Harus Ulama

Rabu, 17 November 2021 13:34 Reporter : Merdeka
JK: Ketum PBNU Harus Ulama Jusuf Kalla. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Petinggi Partai Demokrat, Syahrial Nasution, menyebut Jusuf Kalla alias JK layak menjadi salah satu kandidat calon ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Dia menilai JK dan segudang pengalaman dalam memimpin organisasi mampu membesarkan NU.

JK menanggapi usulan Deputi Balitbang Partai Demokrat. Baginya, PBNU adalah organisasi agama yang berisi para ulama dan pemuka agama. Sehingga akan lebih baik bila pimpinannya dari kalangan ulama.

"Nahdhatul Ulama, itu Kebangkitan para ulama. Jadi yang pimpin musti ulama juga," kata JK kepada wartawan usai melantik pengurus dewan kehormatan dan pengurus PMI Propinsi Maluku Utara periode 2021-2026 di Ternate, dalam keterangan tertulis, Rabu (17/11).

Seperti diberitakan sebelumnya, ucapan Syahrial sempat memantik reaksi PBNU. Wakil Katib Syuriyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW NU) DKI Jakarta, KH Taufik Damas, menanggapi usulan itu menyebut lebih baik bila JK menjadi Ketua Umum Partai Demokrat ketimbang Ketum PBNU.

Agar tak menjadi bola liar, Kepala Badan Komunikasi Strategis/Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra meluruskan pernyataan Syahrial. Herzaky mengatakan usulan JK sebagai calon Ketum PBNU merupakan pendapat pribadi kadernya bukan mewakili partai politik.

"Terkait dengan munculnya wacana usulan Bapak Jusuf Kalla yang notabene Mustasyar NU sebagai calon Ketua Umum PB NU yang dianggap sebagai pendapat Demokrat, kami perlu tegaskan statemen itu merupakan pandangan pribadi saudara Syahrial Nasution sebagai bagian dari warga Nahdliyyin, yang juga ingin berkhidmat pada jemaah dan jam'iyah Nahdlatul Ulama," kata Herzaky dalam keterangannya, Selasa (16/11).

Herzaky menerangkan, Syahrial merupakan salah satu pembina Yayasan Ponpes Al Fithrah Gunungpati, Ungaran, Kabupaten Semarang. Ponpes ini terhubung ke Ponpes Al Fitrah Kedinding, Surabaya.

"Jadi sekali lagi, statement yang bersangkutan bukan dalam kapasitasnya sebagai pengurus dan kader Partai Demokrat," dia menekankan.

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com [lia]

Baca juga:
JK
JK
Kongres Aksara Pegon Bahas Standar Digital Fon dan Papan Ketik di Muktamar ke-34 NU
Kunjungi Kediaman KH Marzuki Mustamar, Anies Baswedan Diajak ke Kamar Khusus
Warga NU Diminta Bantu Cegah Penyebaran Covid-19 Demi Pemulihan Ekonomi 2022
NU Luncurkan Aplikasi NUchat
Soal Kemenag Hadiah untuk NU, Pimpinan DPR Ingatkan Menteri Yaqut Jaga Suasana

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini