India tengah melancarkan serangan terhadap Pakistan. Dalam peperangan yang terjadi, Pakistan sukses menembak jatuh pesawat tempur Rafale, buatan Dassault, milik New Delhi.
Direktur Jenderal Layanan Humas Pemerintah Pakistan ISPR, Letjen Ahmed Sharif Chaudhry, mengonfirmasi pihaknya telah menembak jatuh lima jet tempur India, termasuk tiga pesawat tempur Rafale.
Akibat jatuhnya 3 pesawat Rafale ini, saham Dassault Rafale anjlok hingga 6%. Sebaliknya, CAC China, yang memproduksi jet JF-17 dan J-10 yang digunakan oleh Angkatan Udara Pakistan, mencatat kenaikan harga saham sebesar 11,85%.
"Semua jet angkatan udara kami mengudara. Ini adalah serangan yang memalukan dan pengecut yang dilakukan dari dalam wilayah udara India. Pakistan akan menanggapi provokasi ini pada waktu dan tempat yang dipilihnya,” kata Letjen Chaudhry.
Awal tahun 2024, Kementerian Pertahanan (Kemhan) resmi mengaktifkan kontrak pengadaan tahap ketiga 18 unit pesawat tempur Rafale. Total, Indonesia akan memiliki 42 unit jet tempur buatan Prancis tersebut.
"Dengan efektifnya kontrak tahap ketiga ini Dassault Aviation selaku produsen akan langsung memulai proses pembuatan 18 unit tambahan pesawat tempur generasi 4.5 tersebut guna melengkapi total pengadaan 42 unit pesawat untuk Pemerintah Indonesia," kata Karo Humas Setjen Kemhan, Brigjen TNI Edwin Adrian Sumantha, 9 Januari 2024 lalu.
Kontrak paket ketiga pembelian 18 unit pesawat tempur Rafale itu diteken pada Senin 8 Januari kemarin. Secara total, pengadaan pesawat tempur Rafale oleh Kemhan RI berjumlah 42 unit.
Bagaimana Kecanggihan Pesawat Tempur Rafale?
Pesawat tempur ini dikenal sebagai pesawat multiperan generasi 4.5 yang memiliki kemampuan luar biasa dalam berbagai misi. Dengan spesifikasi dan teknologi mutakhir, Rafale diharapkan dapat meningkatkan kemampuan tempur TNI AU dalam menghadapi tantangan yang semakin kompleks.
Rafale bukan hanya sekadar jet tempur biasa; pesawat ini mampu melaksanakan misi supremasi udara, pencegatan, pengintaian, dukungan udara jarak dekat, hingga serangan presisi. Kecanggihan ini menjadikan Rafale sebagai salah satu pesawat tempur paling fleksibel di dunia. Dengan kemampuan ini, Indonesia berambisi untuk meningkatkan posisi strategisnya di kawasan.
Dengan desain yang inovatif, Rafale menawarkan manuverabilitas tinggi berkat sayap delta dan kanard yang mendukungnya. Pesawat ini mampu melakukan manuver ekstrem dengan G+9 atau -3G, serta stabil dalam penerbangan pada kecepatan dan ketinggian rendah. Hal ini menjadikan Rafale sebagai pilihan ideal dalam berbagai situasi tempur yang dinamis.
Advertisement
Rafale dilengkapi dengan berbagai persenjataan mutakhir yang siap digunakan dalam berbagai misi. Pesawat ini kompatibel dengan rudal udara-ke-udara jarak jauh seperti Meteor dan Mica, yang memiliki jangkauan hingga 100 km. Selain itu, Rafale juga dapat membawa rudal jelajah SCALP dengan jangkauan 300 km dan rudal anti-kapal Exocet AM39.
Selain rudal, Rafale juga mampu membawa bom berpemandu laser dan bom konvensional, serta dilengkapi dengan meriam internal Nexter 30M791 30 mm yang dapat menembakkan 2.500 peluru per menit. Kombinasi persenjataan ini memberi Rafale keunggulan dalam serangan presisi dan dukungan udara.
Advertisement
Keunggulan Rafale tidak hanya terletak pada persenjataannya, tetapi juga pada sistem avionik yang canggih. Pesawat ini dilengkapi dengan radar AESA Thales RBE2 yang memungkinkan deteksi dan penargetan yang akurat. Selain itu, sistem pertahanan elektronik SPECTRA memberikan perlindungan dari ancaman udara dan darat, serta memiliki kemampuan siluman virtual.
Dengan sistem avionik yang modern, Rafale dapat beroperasi dengan efisiensi tinggi dalam situasi tempur yang kompleks. Kemampuan ini tidak hanya meningkatkan daya tempur, tetapi juga memberikan keunggulan strategis dalam berbagai misi yang dihadapi oleh TNI AU.
Advertisement
Rafale memiliki kemampuan operasi yang luas, dapat beroperasi dari landasan udara konvensional maupun kapal induk. Versi Rafale M dirancang khusus untuk misi dari kapal induk, memberikan fleksibilitas operasional yang tinggi. Pesawat ini mampu terbang dengan kecepatan maksimum 1,8 Mach (sekitar 2.200 km/jam) dan dapat mencapai ketinggian hingga 15.000 meter.
Meskipun kecepatan dan ketinggian maksimumnya lebih rendah dibandingkan beberapa pesaing seperti SU-35 atau F-35, Rafale menunjukkan keunggulan dalam manuver di ketinggian rendah. Hal ini sangat penting dalam berbagai skenario tempur yang memerlukan kecepatan dan ketepatan dalam penyerangan.