Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jenderal Sutarman: Polisi bukan kesatria baja hitam

Jenderal Sutarman: Polisi bukan kesatria baja hitam satria baja hitam. blogspot.com

Merdeka.com - Rencana penangkapan Kompol Novel menuai banyak pertanyaan. Kenapa kasus dugaan penganiayaan yang terjadi di Bengkulu tahun 2004 baru dipermasalahkan sekarang? Kenapa setelah delapan tahun, saat Kompol Novel menjadi penyidik simulator SIM dia baru dijerat?

"Kita kan bukan kesatria baja hitam. Tidak seluruh kasus yang dilaporkan masyarakat itu mampu ditangani Polri," kata Kabareskrim Komjen Pol Sutarman di DPR, Rabu (10/10).

Sutarman mengakui banyak laporan yang tidak bisa langsung ditangani. Karena itu ada kasus yang baru diusut setelah bertahun-tahun. Dalam hal ini, Polri mengakui kelemahannya.

"Kasus-kasus seperti itu banyak dan kita terus terang saja kita hanya bisa menyelesaikan kasus yang dilaporkan masyarakat kepada Polri itu tidak sampai 60 persen. Sisanya tidak mampu (ditangani)," kata jenderal bintang tiga ini.

Polri tetap akan mengusut indikasi tindak pidana hukum yang dilakukan oleh Kompol Novel Baswedan terkait dugaan penembakan pencuri sarang burung walet saat bertugas sebagai Kasatreskrim di Bengkulu pada tahun 2004.

Sebelumnya pada Jumat (5/10) malam, puluhan polisi dari Polda Bengkulu dan Polda Metro Jaya mengepung kantor KPK. Mereka berniat menangkap Kompol Novel. Hal ini menimbulkan polemik berkepanjangan. Ribuan orang menyatakan dukungannya pada KPK. Presiden SBY angkat bicara dan menilai langkah Polri menjemput Novel tidak tepat. (mdk/ian)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP