Jembatan Cipangarangan Rusak Berat, Siswa di Tasikmalaya Bertaruh Nyawa ke Sekolah

Rabu, 31 Juli 2019 19:00 Reporter : Mochammad Iqbal
Jembatan Cipangarangan Rusak Berat, Siswa di Tasikmalaya Bertaruh Nyawa ke Sekolah Jembatan Rusak di Tasikmalaya. ©2019 Merdeka.com/iqbal

Merdeka.com - Jembatan yang menghubungkan sejumlah kampung di Kecamatan Cigalontang dan Salawu Kabupaten Tasikmalaya kondisinya rusak berat. Jembatan tersebut diketahui sudah lama mengalami kerusakan sehingga orang yang melewatinya dipastikan ada dalam ancaman.

Kukuh Wiguna, tim Jabar Quick Response (JQR) menyebut bahwa jembatan yang bernama Cipangarangan berada di atas sungai Ciwulan. Jembatan tersebut berbatasan antara Desa Lengkongjaya, Kecamatan Cigalontang dengan Desa Serang, Kecamatan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya.

"Kondisinya sudah sangat memprihatinkan karena sudah sangat rusak. Padahal dari informasi yang kita terima dari warga, jembatan ini menjadi akses pendidikan, ekonomi, hingga kesehatan masyarakat yang biasa menggunakannya," ujarnya, Rabu (31/7).

Kukuh menyebut, awal mulanya pihaknya menerima informasi kondisi jembatan tersebut dari warga sekitar melalui website resmi JQR. Pihaknya langsung melakukan peninjauan jembatan tersebut untuk memastikan laporan yang diterimanya.

Berdasarkan hasil pemantauan, kondisi jembatan mulai dari material besi yang menjadi alas hingga tiang dan kawatnya sudah dalam kondisi berkarat.

"Pijakan untuk melewati jembatan pun terlihat sudah tidak ada. Tadi kata warga, agar bisa tetap melewati jembatan mereka memasang bambu, tapi masih banyak juga yang bolong-bolong sehingga sangat membahayakan keselamatan," katanya.

Setiap harinya, kata Kukuh, jembatan tersebut kerap digunakan warga sekitar untuk akses menuju sekolah hingga kegiatan lainnya, khususnya ketika air sungai Ciwulan sedang deras. Saat ini sendiri, warga memilih menyusuri sungai karena tengah kemarau dan aman dilewati.

Ia menyebut bahwa setelah melakukan pemantauan pihaknya akan langsung mengajukan perbaikan jembatan yang lebih layak dan aman saat dilintasi oleh masyarakat sekitar. "Insya Allah jembatan ini akan segera diperbaiki dalam waktu beberapa hari kedepan. Perkiraan sebelum bulan Agustus selesai, jembatan ini sudah bisa dilewati dengan aman," ucapnya.

Salah seorang warga sekitar, Maman (54) menyebut bahwa jembatan Cipangarangan merupakan salah satu akses tercepat menuju kampung Bebedahan dari Cibaeud dan sebaliknya. Ia menyebut bahwa memang ada akses lain yang bisa dipilih, namun waktu yang dibutuhkan lebih lama karena cukup jauhnya jarak yang harus ditempuh.

"Memang banyak warga yang sering menggunakan jembatan ini, termasuk juga anak-anak yang hendak sekolah. Namun tentunya saat anak-anak ini mau menyebrang ya harus ditemani orang dewasa karena bisa membahayakan," katanya.

Maman sendiri mengaku sangat bersyukur dengan rencana perbaikan yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui JQR. "Kalau sudah diperbaiki tentu nanti kondisi jembatannya lebih layak dan aman. Tidak was-was atau takut jatuh. Kalau sekarang mah ngelamun sedikit saat melangkah saja taruhannya nyawa," ungkapnya. [ded]

Topik berita Terkait:
  1. Jembatan Rusak
  2. Tasikmalaya
  3. Garut
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini