Jemaah geram aset sitaan First Travel keluyuran dari Kejari Depok

Kamis, 19 Juli 2018 18:30 Reporter : Nur Fauziah
Jemaah geram aset sitaan First Travel keluyuran dari Kejari Depok Pajero aset First Travel. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Sebuah video merekam Pajero putih dengan nomor polisi F 111 PT berkeliaran di kawasan Jakarta Timur. Hal itu membuat tanda tanya, karena mobil tersebut adalah satu satu aset milik First Travel yang disita terkait kasus penipuan yang dilakukan pasangan suami istri sekaligus pemilik usaha tersebut, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan.

Selama ini, diketahui sejumlah aset milik First Travel yang disita sebagian ada di Kejaksaan Negeri Depok. Munculnya mobil Pajero putih itu membuat jemaah yang menjadi korban penipuan bertanya-tanya bagaimana mungkin aset yang disita ada di jalanan. Apalagi, mereka belum menerima timbal balik apapun meski kasus itu sudah diputus.

"Kami jadi bingung di mana sebenarnya fisik barang yang disita tersebut, bahkan kami sempat memvideokan. Sayangnya ketika diikuti, pengendara sadar dan kami kehilangan jejak," kata Kuasa Hukum Jemaah First Travel dari Advokat Pro Rakyat, Riesqi Rahmadiansyah, kepada wartawan Kamis (19/7).

Untuk menelusuri keberadaan aset-aset yang disita, kuasa hukum jemaah yang menjadi korban dan kuasa hukum Andika dan Anniesa sepakat bersatu. Tujuannya untuk memastikan aset apa saja yang sita dan mungkin juga belum disita.

"Kuasa hukum baik dari jemaah maupun masih memiliki harapan bahwa ada aset yang masih dapat bisa kita kumpulkan dan kita temukan agar dapat disita dan jika nanti di tingkat banding atau kasasi asset tersebut tidak kembali disita untuk negara agar segera digunakan untuk memberangkatkan jemaah," jelas Riesqi.

Menurutnya, ada dua dimensi hukum dalam kasus First Travel (FT). Pertama, persoalan pencabutan lisensi yang berujung gagal berangkat calon jemaah. Kedua, persoalan aset yang menurutnya ada suatu keanehan. Mereka khawatir ada pihak yang memanfaatkan momen ini untuk mengambil keuntungan pribadi.

"Karena kami sudah pegang daftar aset yang dimiliki Andika selama memiliki First Travel selama 9 tahun. Dan akan kita cocokkan jika nanti kita sudah dapatkan dokumen resmi dari Kejaksaan terkait aset yang sudah disita untuk negara," tegasnya.

Sebelumnya, terkait keluarnya mobil sitaan kasus First Travel dari lingkungan Kejaksaan Negeri Depok diklaim Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari, sedang dipinjam pakai. Dipastikan pula oleh Kepala Kejari Depok, Sufari, peminjaman mobil itu sudah sesuai aturan hukum yang berlaku.

"Saya luruskan bahwa sebanyak lima mobil itu dipinjam pakai. Dipinjam pakainya sejak tahap dua, sejak diserahkan tersangka dan barang bukti kepada kejaksaan," kata Kepala Kejaksaan Negeri Depok, Sufari, Kamis (19/7).

Dia yakin peminjaman aset seperti ini pasti dijalankan sesuai aturan dan tidak main. Dia pastikan pula semua barang bukti kasus First Travel yang telah disita masih ada di Kejari Depok.

"Kalau enggak percaya lihat saja sebagian masih ada. Kita hanya geser ke parkiran belakang karena ada tenda di halaman utama," jelas Sufari.

Informasi yang beredar ada 11 mobil sitaan First Travel di Kejaksaan Negeri Depok. Dari sebelas unit mobil itu, lima statusnya pinjam pakai. Antara lain Hammer, Fortuner, VW Caravel dan Pajero. Sehingga yang tersisa di area Kejaksaan Negeri ada 6 mobil. [lia]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini