Jelang Pilkada serentak 2018, Kemendagri kuatkan koordinasi

Selasa, 20 Februari 2018 10:50 Reporter : Muhammad Genantan Saputra
Jelang Pilkada serentak 2018, Kemendagri kuatkan koordinasi Peresmian integrasi Transjakarta dan KWK. ©2017 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Sumarsono mengatakan, tingkat partisipasi Pilkada 2018 berpotensi mengalami kenaikan pemilih. Untuk itu Kemendagri menguatkan koordinasi bersama pihak terkait demi kelancaran pemilihan.

"Tingkat partisipasi Pilkada tahun 2017 meningkat menjadi 74 persen dibandingkan 2015 yang tercatat 65 persen. Hampir 10 persen peningkatan. Besar harapan pengembangan demokrasi dapat terus diperkuat. Sehingga dapat dicapai partisipasi pemilih pada Pilkada serentak 2018 sebesar 77,5 persen," kata Sumarsono di Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Selatan, Selasa (20/2).

Oleh karenanya, untuk mengantisipasi munculnya permasalahan yang dikhawatirkan timbul karena adanya gesekan horizontal di antara calon peserta maupun pendukung paslon. Sehingga Kemendagri akan mengoptimalisasi dukungan pemerintah dan pemda dalam pemetaan potensi konflik. Serta berkoordinasi intensif dengan aparat penegak hukum.

Untuk itu, Sumarsono mengungkapkan, dalam rakornas ini Kemendagri mengimbau beberapa hal. Pertama, menguatkan kembali substansi dalam memperkuat upaya pencegahan korupsi menjelang Pilkada dan memperkuat upaya transparansi kemudian akuntabilitas dana hibah Pilkada serta memperkokoh netralitas birokrasi.

Kedua, mengonsolidasikan segenap aparat pemerintah yakni Pemda, TNI, Polri, KPU dan Bawaslu dalam menjaga kelancaran saat kampanye, jelang pencoblosan, penghitungan suara, pengumuman hasil dan penanganan hasil sengketa serta pengawalan jika terdapat Pilkada susulan atau Pilkada ulang.

Ketiga, membangun dan menyebarluaskan semangat kebebasan berdemokrasi kepada semua pihak untuk menerima hasil pilkada secara wajar, siap menang dan kalah. Serta lebih mengedepankan hukum dalam sengketa proses Pilkada.

"Melalui rakornas ini kiranya dapat semakin meneguhkan soliditas pemerintah, pemda dan penyelenggara pilkada baik KPU dan Bawaslu dalam mengawal pilkada serentak yang sehat tanpa isu sara. Pilkada yang jujur tanpa politik uang. Dan pilkada yang menggembirakan. Kita semua bersaudara," tutup Sumarsono. [fik]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini