Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) Cabang Semarang memperkirakan jumlah penumpang kapal rute Semarang-Kalimantan selama libur panjang perayaan Natal dan pergantian tahun 2025 (Nataru) tidak akan mengalami lonjakan yang signifikan.
Jumlah penumpang rute Semarang-Kalimantan diperkirakan berkisar 6.500 orang.
Kepala Cabang Pelni Semarang, Yuniati Fatimah mengatakan bila tahun lalu pada momen yang sama jumlah penumpang kapal Pelni rute Semarang-Kalimantan berkisar 6.500 orang, maka tahun ini jumlahnya diprediksi masih normal.
"Kami lihat dari data pergerakan manifes, kelihatannya tidak ada lonjakan signifikan, cenderungnya masih normal. Kondisi tahun ini palingan tidak terlalu jauh dari angka 6.500 orang," kata Yuniati Fatimah usai meninjau kesiapan fasilitas KM Kelimutu di dermaga Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Rabu (10/12).
Seperti kondisi KM Lawit dan KM Kelimutu yang dioperasikan Pelni Semarang hari ini, rata-rata manifes penumpangnya kisaran 70-150 orang.
Dari perkembangan di tengah masyarakat, sampai saat ini pihaknya belum menambah armada kapal. Apalagi Kota Semarang kecenderungannya hanya ramai penumpang kapal ketika memasuki perayaan Idul Fitri.
"Sejauh ini belum ada penambahan kapal. Karena demand di Semarang lebih ramai pas Lebaran," ungkapnya.
Advertisement
Antisipasi Cuaca Buruk
Sedangkan untuk mengantisipasi dampak cuaca buruk di wilayah jalur pelayaran Semarang-Kalimantan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan armada kapal atau ramcek secara menyeluruh.
"Ramcek mulai dari kesiapan SOP para ABK, standar keselamatan di dalam dek kapal serta sarana penunjang lainnya untuk kelaikan angkutan kapal," jelasnya.
Kini pihaknya tinggal menunggu jadwal pembukaan posko bersama Nataru yang melibatkan KSOP, Pelindo Tanjung Emas, petugas BMKG dan aparat kepolisian. Khusus BMKG, pihaknya bekerjasama untuk mengupdate informasi perubahan cuaca dan sistem peringatan dini di wilayah perairan.
"Jadi bila ada peringatan berlayar dari BMKG, kami juga sudah melakukan persiapan-persiapan," ungkapnya.