Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jejak Langkah Kyai Hisyam Abdul Karim, Kakek Mertua Ganjar Pranowo

Jejak Langkah Kyai Hisyam Abdul Karim, Kakek Mertua Ganjar Pranowo Haul Mbah Hisyam Abdul Karim. ©2023 Merdeka.com

Merdeka.com - Pondok Pesantren (Ponpes) Sukawarah Roudlotus Sholichin, Desa Kali Jarak, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Purbalingga, Jawa tengah (Jateng) melangsungkan Haul pendiri ponpes, Kyai Hisyam Abdul Karim. Akrab disapa Mbah Hisyam, pada usia 25 tahun, beliau mendirikan ponpes Sukawarah Roudlotus Sholichin pada tahun 1929.

Mbah Hisyam memiliki hubungan kekerabatan dengan Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. Mbah Hisyam merupakan kakek dari Siti Atikoh Suprianti, istri Ganjar Pranowo.

Jejak langkah Mbah Hisyam dalam syiar Islam bermula berakar dari jati diri seorang santri. Mbah Hisyam mendalami ilmu agama di Pondok Pesantren Desa Leler Randegan Banyumas, selama empat tahun di bawah bimbingan Al Mukarom Syeikh KH Muhammad Zuhdi.

haul mbah hisyam abdul karimHaul Mbah Hisyam Abdul Karim©2023 Merdeka.com

Ia lalu melanjutkan nyantri di Pondok Pesantren Desa Jampes, Bata Putih, Kediri, Jawa Timur, dengan pengasuh Syeikh KH Muhammad Dahlan. Di Kediri, mbah Hisyam nyantri selama 8 tahun.

Selama ditempa di lingkungan Pesantren, Ketua panitia Haul Mbah Hisyam, Gus Chaerul Anwar berkisah bahwa Hisyam dewasa sering sowan kepada ulama-ulama sepuh seperti Syeikh KH Hasyim Asy’ari untuk 'ngalap berkah'. Kenangan yang kerap diceritakan, Kitab Al Muwaththa karangan Imam Malik, Guru dari Imam Syafi’i diberikan oleh KH Hasyim Asy’ari kepada Mbah Hisyam.

Pada tanggal 2 Februari 1929, Mbah Hisyam pulang ke kampung halaman, Purbalingga mendirikan pondok pesantren. Di pesantren, Mbah Hisyam mengadakan pengajian rutin yang dikenal dengan nama pengajian 'Setuan'. Pengajian tersebut ramai dihadiri oleh orang-orang dari penjuru Purbalingga bahkan Pemalang.

Pada masa perang kemerdekaan, Pondok Sukawarah menjadi semacam tempat pengkaderan para pejuang. Selain mengaji, sebagian dari santri juga dibekali ilmu-ilmu lain seperti baris-berbaris, belajar huruf morse dan juga belajar pertolongan pertama dalam kecelakaan. Jiwa kepahlawanan dan nasionalisme Mbah Hisyam dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dikisahkan oleh KH. Syaifuddin Zuhri dalam bukunya, Guruku Orang-Orang Dari Pesantren.

haul mbah hisyam abdul karimHaul Mbah Hisyam Abdul Karim©2023 Merdeka.com

Karangan Mbah Hisyam yang berupa kitab atau lembaran kebanyakan berupa nadom/ syair ataupun terjemahan, antara lain : Kitab Irsyadul 'Awam dan Lamyah Ta'lim'. Mbah Hisyam juga berkiprah di Nahdlatul Ulama sebagai Rois Syuriah PCNU Purbalingga selama enam masa jabatan. Mbah Hisyam wafat pada hari Kamis kliwon, tanggal 12 Januari 1989. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP