Jatim cetak generasi muda kreatif lewat SMA Double Track dan SMK Mini
Merdeka.com - Pesatnya pendidikan di Jatim berkat inovasi dan improvisasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur yakni Gubernur dan Wakil Gubernur Soekarwo – Saifullah Yusuf. Melalui program yang cemerlang, pemerintah Jawa Timur berhasil mencetak generasi muda yang trampil dan kreatif melalui SMA Double Track dan SMK Mini.
Diakui Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Dr Saiful Rahman MM MPd bahwa kualitas pendidikan di Jawa Timur era kepemimpinan Pakdhe Karwo dan Gus Ipul ini sangat pesat.
"Tidak ada konsep,tapi hanya perlu inovasi untuk tidak hanya terpaku pada pedoman yang ada. Perlu improvisasi dalam pengelolaan pendidikan. Jika terpacu hanya pada pedoman yang ada, maka bisa stagnan tidak akan maju," katanya.
Menurut Saiful, improvisasi itu seperti untuk tingkat SMA ada SMA "Double Track". Sementara di tingkat SMK ada "SMK Mini". "Kita hanya punya kewenangan tingkat SMA dan SMK, untuk SD dan SMP kewenangan pemerintah pusat,"katanya.
Lanjut Saiful, SMA Double Track ide cemerlang dari Gubernur Soekarwo (Pakde Karwo) dan Saifullah Yusuf. Program ini diharapkan bisa memberikan skill atau kompetensi tambahan kepada para lulusan SMA. "Jadi, saat mereka tidak bisa melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi bisa bekerja sesuai keahlian yang dimiliki. Contohnya, SMA diberi pelajaran membatik atau menjahit atau usaha lain, di tengah-tengah jam pelajaran yang ada," katanya.
Apakah peran ini tidak mengambil alih SMK? Kata Saiful Tidak. Sebab sangat berbeda. SMK sangat fokus sedangkan di SMA masih dengan pelajaran lain. Para siswa jenjang SMA/MA memang tidak wajib untuk ikut dalam program double track. Mereka boleh memilih ikut atau tidak ikut. Namun, mereka yang ikut juga harus tetap sesuai standar. Sehingga, bobot kompetensinya juga seimbang. Baik kompetensi di bidang tata boga, tata busana, tata kecantikan, komputer jaringan, dan teknik kendaraan ringan.
Sementara SMK Mini, kata Saiful, program ini mulai dilaksanakan pada 2014, untuk mencetak tenaga kerja terampil dan peluang usaha baru dalam menghadapi era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) di Jawa Timur. Program SMK Mini diprioritaskan di lingkungan pondok pesantren (ponpes) yang lokasinya terpencil. Selain itu, pembentukan SMK Mini dapat menciptakan peluang usaha baru yang menumbuhkan perekonomian di lingkungan ponpes.
"Model SMK Mini lebih pada pemberian pelatihan dunia kerja. Ada beberapa jenis pelatihan usaha kerja di SMK Mini, disesuaikan potensi lokal. Mulai batik, konveksi, jaringan komputer, produk olahan, dan sebagainya. Program pelatihan SMK Mini hanya enam bulan untuk sekali angkatan. Pelaksanaannya menggandeng dunia usaha dan dunia industri serta tenaga profesional sebagai pelatih," kata Saiful. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya