Jasad Siswi SMP di Mojokerto Sempat Diperkosa, Begini Pengakuan Tersangka
Merdeka.com - Banyak fakta terkuak dari kasus pembunuhan sadis AE, siswi SMP di Mojokerto yang tubuhnya ditemukan terbungkus karung di dalam parit. Mulai dari latar belakang kriminal pelaku, hingga fakta soal mayat korban yang sempat disetubuhi sebelum dibuang di parit.
Fakta ini terkuak saat Mochammad Adi (19), salah satu tersangka pembunuhan terhadap AE, ditunjukkan polisi di hadapan awak media. Dengan kepala yang terlihat pelontos, Adi menjelaskan secara gamblang saat terjadinya pembunuhan sadis tersebut.
Dia mengaku telah menyetubuhi korban yang sudah menjadi mayat. Tiada alasan lain selain nafsu yang membumbung tinggi saat pelaku melihat korban tergeletak tidak bernyawa.
"Saya sendiri yang menginginkannya (bersetubuh)," kata Ali, Rabu (14/6).
Masih dari pengakuan tersangka Adi, dia mengaku juga kerap melakukan berbagai tindak kriminal. Mulai dari pembegalan, penjambretan hingga pencurian kendaraan bermotor. Aksi itu, setidaknya sudah 12 kali dilakukan bersama dengan tersangka AA yang masih di bawah umur.
Kebiasaan ini, rupanya menjadi pemicu Adi dan AA tega menghabisi korban. Bahkan, hanya karena risih dan tersinggung lantaran ditagih iuran sekolah oleh korban, menjadikan AA nekat mencabut nyawa teman satu kelasnya itu.
Di sisi lain, Adi sendiri merasa sedang kepepet, lantaran membutuhkan uang untuk membenahi handphonenya yang rusak. Gajinya sebagai buruh di pengolahan besi bekas, tidak cukup untuk memenuhi keinginannya. "Penghasilan saya tidak mencukupi," ungkap tersangka Adi.
Tersangka AA pun mengutarakan ide kriminalnya pada tersangka Adi. Dia menyebut memiliki target berbuat kriminal sekaligus menghabisi nyawanya korban. Ide ini rupanya disambut Adi. Hingga perencanaan untuk mengeksekusi korban dimulai.
AA yang mengenal korban, berupaya membuat janji dengannya di belakang rumah di Dusun Kemlagi Barat, Desa Kecamatan Kemlagi. Pertemuan itu, rupanya diiyakan oleh korban. Sesuai dengan tempat yang disepakati, korban pun menunggu tersangka.
Kelengahan korban ini, rupanya dimanfaatkan tersangka untuk mencekiknya dari belakang. Alhasil, korban pun diduga tidak sempat memberikan perlawanan hingga ajal tiba.
"Hasil autopsi sementara korban (meninggal) karena kekurangan oksigen. Pengakuan pelaku (AA) mencekik korban sampai kehabisan napas. Eksekutornya malah pelaku anak, teman satu kelas korban," kata Kapolres Mojokerto AKBP Wiwit Adisatria.
Setelah dipastikan meninggal, tubuh korban lalu diseret tersangka AA masuk ke dalam rumah. Di saat itu, AA mengontak tersangka Adi dan memberitahukan bahwa korban sudah berada di dalam rumahnya.
Di tempat itu korban disetubuhi Adi saat AA sedang sibuk mencari karung dan tali. Tindakan biadab ini, bahkan dilakukan hingga dua kali. Puas melampiaskan aksi bejatnya, tubuh korban lalu dibungkus karung putih.
Diketahui, AE dilaporkan hilang sejak 15 Mei malam. Orang tua korban, Atok Utomo, mengatakan putri sulungnya itu pamit akan pergi ke pasar malam sekitar pukul 18.15 WIB. Korban mengendarai Honda Beat bernopol S 2854 TL.
Hingga akhirnya, AE ditemukan tewas di Dusun Karangnongko, Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Ironisnya, ia ditemukan tewas terbungkus karung di parit bawah jembatan rel kereta api.
(mdk/cob)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya