Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jasad dua pencari kayu tewas di Gunung Perkison sudah tak utuh

Jasad dua pencari kayu tewas di Gunung Perkison sudah tak utuh Ilustrasi Mayat. ©2014 Merdeka.com

Merdeka.com - Kondisi dua jenazah yang diamankan di lereng Gunung Perkison kini sudah tidak utuh lagi. Demikian diungkapkan Koordinator Pos SAE Kutacane Risky Hidayat.

"Bisa dipastikan, untuk kondisi fisik kedua jenazah sudah mulai berubah bentuk," ujar Risky di Kutacane, Aceh Tenggara, Selasa (31/1).

Seperti diberitakan Antara, kedua jenazah diberangkatkan bersama dengan empat rekan korban yang merupakan penduduk Aceh Tenggara dengan tujuan mencari kayu alim atau kayu gaharu pada Senin, 5 Desember 2016.

Keduanya yakni mendiang Munjir (33) asal Banda Aceh dan mendiang Sembiring (40) asal Medan. Sedangkan, empat lainnya yakni Ayuman Sastra (30), Arta (36), Jalal (40), dan Bentol (60) merupakan korban kritis.

Peristiwa tersebut berawal saat keenam orang tersebut mencari kayu alim dengan menempuh perjalanan sekitar 20 hari, lalu mereka tersesat dan kehabisan bahan makanan.

Akhirnya, dua diantaranya memutuskan untuk kembali ke desa untuk meminta bantuan pada 28 Desember 2016.

"Baru Sabtu (28/1) siang, kita temukan satu korban terakhir yang masih hidup. Alhamdulillah, Bentol terselamatkan, setelah kami dapat laporan dari empat orang turun gunung mencari korban," ucap Risky.

Risky menduga korban Munjir dan Sembiring sudah meninggal sekitar satu bulan. "Kami belum bisa pastikan, berapa jumlah personel yang akan kembali naik (gunung) untuk lakukan evakuasi dua jenazah," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Kantor SAR Aceh Suyatno mengungkapkan pihaknya kini sedang bersiap-siap untuk mengevakuasi dua jenazah.

"Alhamdulillah, tadi malam satu orang korban kritis sudah terselamatkan. Tinggal dua jenazah lagi, kini masih berada di atas lereng gunung," katanya.

Dia berujar, dalam melakukan evakuasi dua orang jenazah tersebut, pihaknya akan menempuh jalur darat, meski harus dilalui perjalanan dengan medan yang cukup berat.

"Kita rencanakan lagi dengan matang, satu atau dua hari ini. Lalu tim gabungan, berangkat lagi ke gunung untuk lakukan evakuasi. Jika medan berat, kita upayakan via udara," tuturnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP