Janin meninggal dunia diduga karena dokter puskesmas salah diagnosa

Rabu, 28 Maret 2018 20:35 Reporter : Yan Muhardiansyah
Janin meninggal dunia diduga karena dokter puskesmas salah diagnosa Warga Medan persoalkan diagnosa dokter puskemas. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pasangan suami istri, Rizky Turnip (26) dan Tutri Indrayani (41), berduka setelah janin buah cinta mereka meninggal dalam kandungan. Warga Jalan Kesehatan Gang Yusuf, Medan, ini pun menyalahkan pihak puskesmas yang dinilai salah dalam memberikan diagnosa.

Rizky menjelaskan, awalnya istrinya yang tengah hamil merasa mulas sehingga periksa ke bidan setempat, Senin (26/3). Sang bidan menyatakan perempuan bertubuh tambun itu sedang hamil.

"Tapi kata bidan denyut nadi janinnya lemah, sehingga kami dianjurkan segera ke puskesmas untuk meminta rujukan untuk berobat ke RSU Madani," kata Rizky.

Hari itu juga Tutri pergi ke Puskesmas Medan Denai, Jalan Jermal 15. Di sana, dokter justru menyatakan Tutri tidak hamil, melainkan mengidap tumor jinak pada rahim.

Puskesmas itu pun menerbitkan rujukan yang ditandatangani dr YRS. Dalam diagnosanya, Tutri disebutkan mengalami Leiomyoma of uterus, unspecified.

"Karena dokter menyatakan istri saya mengidap tumor jinak, kami pun pulang ke rumah," ungkapnya.‎

Keesokan harinya, Selasa (27/3), Tutri pun dibawa ke RSU Madani, Jalan AR Hakim. Hasil pemeriksaan di rumah sakit itu menyatakan perempuan itu memang hamil 6 bulan. Namun kondisi bayi di dalam kandungan sudah kritis. "Semalam di USG, sudah nampak bayinya berjenis kelamin perempuan. Tapi, tadi pagi sudah meninggal di dalam perut," ucap Rizky.

Menurut Rizky petugas di Puskesmas Medan Denai telah lalai. "Ini semua akibat kecerobohan dokter puskesmas saat memeriksa istriku. Sudah jelas hamil, kenapa dikatakan tidak hamil? Dibilang pula ada benjolan di perut," ucapnya.

Rizky dan keluarga sempat mendatangi Puskesmas Medan Denai. Perdebatan sempat terjadi. Dalam perdebatan itu, seorang perempuan yang bertugas di sana menyatakan saat pemeriksaan, tidak ada gerakan di rahim Tutri. "Semalam memang sudah tidak ada gerakan lagi," katanya.

Rizky meminta agar pihak Puskesmas Medan Denai tidak melakukan hal serupa. "Aku minta pihak puskesmas jangan sampai seperti ini lagi," harapnya.

Sementara pihak Puskesmas Medan Denai belum bersedia memberi komentar terkait kejadian itu. "Saya konfirmasikan dulu ke pimpinan kami. Kami kumpulkan dulu petugas-petugas untuk mengetahui peristiwa sebenarnya. Kalau nanti pimpinan datang, bolehlah bapak-bapak nanti kemari," kata seorang staf mengaku bernama Roni. [cob]

Topik berita Terkait:
  1. Malapraktik
  2. Kasus Malapraktik
  3. Medan
Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini