Jalani Operasi 7 Jam, 1 Bayi Kembar Siam Asal Palembang Meninggal Dunia

Selasa, 27 Agustus 2019 23:31 Reporter : Irwanto
Jalani Operasi 7 Jam, 1 Bayi Kembar Siam Asal Palembang Meninggal Dunia 1 Bayi Kembar Siam Meninggal Dunia setelah jalani operasi. ©2019 Merdeka.com/irwanto

Merdeka.com - Rumah Sakit Umum Pusat Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang bekerjasama dengan RS Dr Soetomo Surabaya melakukan operasi pemisahan bayi kembar siam, Aysha (bayi 1) dan Alisya (bayi 2), Selasa (27/8). Setelah operasi selama tujuh jam, satu dari bayi tersebut meninggal dunia.

Operasi pemisahan bayi pasangan Afit (30) dan Orin Safitri (26) itu dimulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB oleh 30 dokter dari dua rumah sakit itu. Sementara persiapan telah dilakukan sejak pukul 01.00 WIB dini hari.

Dokter spesialis bedah anak RSMH dr Sindu Saksono mengungkapkan, bayi yang meninggal adalah Alisya. Penyebabnya lantaran pembuluh darah vetal circulation yang menghubungkan kedua bayi diputus atas kesepakatan tim dokter.

"Kami mohon maaf karena tidak bisa menyelamatkan keduanya. Bayi 2 mendapat asupan darah dari bayi 1, ketika asupan terhenti tidak ada pasokan darah lagi," ungkap Sindu, Selasa (27/8).

Dijelaskannya, kedua bayi itu saling menempel dari dada hingga ke pinggang. Bayi Alisya tidak memiliki paru-paru sehingga sistem pernapasan tidak lengkap. Sejak lahir 12 Agustus 2019 di RSUD Kayuagung, bayi Alisya menumpang bernafas dari Aysha.

"Ini menyebabkan bayi 2 kewalahan, jantungnya membengkak sehingga diputuskan harus dipisahkan. Memang sejak dirujuk kondisi keduanya sudah buruk," kata dia.

Dokter Spesialis Anak RSMH Palembang dr Ria Nova menjelaskan, kembar siam yang dialami oleh Aysha dan Alisya merupakan mixed tharaeo abdomino pyropagus atau penyatuan di sebagian badan dada dan perut serta pinggang. Bayi kembar ini dirujuk ke RSMH Palembang pada 14 Agustus 2019.

Bayi Alisya atau yang selamat, mengalami kelainan jantung atresia trikuspid yang menyebabkan katup jantung tidak terbuka lebar. Dia juga mengalami microchepaly yang menyebabkan ukuran kepalanya lebih kecil dari normal dan labio gnato palato schizis atau sumbing.

"Bayi Aysha masih dirawat di NICU selama tujuh hari. Kondisinya masih stabil," kata dia.

Usai operasi, tim dokter memaksimalkan kontrol terhadap luka hasil operasi, suhu, dan sirkulasi darah karena terjadi penebalan dinding jantung akibat menopang pernapasan bagi 2 sebelumnya. Terpenting juga memantau tanda-tanda infeksi usai operasi karena potensinya cukup tinggi.

"Kita lihat tujuh hari ke depan, di situ bisa ditentukan berhasil atau tidak. Sementara masa perawatan cukup lama, yakni satu tahun," pungkasnya. [gil]

Topik berita Terkait:
  1. tag
  2. Bayi Kembar
  3. Kembar Siam
  4. Palembang
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini