Jalan Rusak Berlumpur, Jenazah Warga Indragiri Hulu Dibawa dengan Motor Angkut Sawit

Jumat, 17 Mei 2019 22:55 Reporter : Abdullah Sani
Jalan Rusak Berlumpur, Jenazah Warga Indragiri Hulu Dibawa dengan Motor Angkut Sawit jenazah warga indragiri Hulu Dibawa dengan Keranjang Sawit. ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - Kondisi desa yang terisolir membuat warga Desa Alim, Kecamatan Batang Cenaku, Kabupaten Indragiri Hulu, Riau kesulitan akses infrastruktur. Bahkan di saat kondisi mendesak seperti terjadi pada Kamis (16/5). Warga terpaksa membawa jenazah dengan keranjang di atas sepeda motor. Seorang pria melintas jalan rusak dan becek dengan membawa jenazah.

‎Seorang warga Desa Alim, Tugiono, mengatakan, jenazah yang dibawa menggunakan sepeda motor tersebut adalah Jojok, pria 42 tahun tinggal di di Dusun Dua Alim.

"Namanya Jojok, almarhum dari Pulau Jawa di sini tak punya keluarga. Dia kerja di sini ikut sama orang sambil membangun kebun sendiri," katanya, Jumat (17/5).

Beberapa hari lalu, Jojok sempat dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indrasari Rengat. Di rumah sakit itu, Jojok menghembuskan napas terakhirnya.

Jenazahnya dibawa dengan ambulance menuju tempat tinggalnya. Namun, lokasi rumah Jojok berada di tengah perkebunan kelapa sawit dan berjarak 22 kilometer dari pusat desa. Untuk masuk ke Dusun Dua tersebut, jalan rusak parah sehingga tak bisa dilalui mobil ambulance.

"Jalan di sini rusak parah, tanah kuning dan berlumpur. Tanahnya lengket kalau hujan mobil tidak bisa masuk," cerita Tugiono.

Dengan sangat terpaksa, akhirnya jenazah Jojok diturunkan dan diangkut dengan menggunakan sepeda motor menuju pemakaman yang berada tak jauh dari tempat tinggalnya. Menurut Tugiono, lokasi dusun dua tersebut merupakan lokasi perkebunan.

"Jenazah almarhum dibawa pakai sepeda motor, dinaikkan dengan keranjang," katanya.

Keranjang tersebut biasanya dipakai warga untuk melangsir (membawa) buah kelapa sawit. Namun kali ini digunakan untuk membawa jasad manusia.

Sementara pusat kesehatan terdekat berupa Puskesman Pembantu bejarak enam kilometer dari dusun dua, tepatnya di kilometer 38. Warga setempat juga kesulitan mendapatkan pelayanan kesehatan. [noe]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini