Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Jalan pintas di Stasiun Manggarai ditarik tarif Rp 1.000

Jalan pintas di Stasiun Manggarai ditarik tarif Rp 1.000 Stasiun Pasar Senen. ©2012 Merdeka.com/dok

Merdeka.com - Tidak terintegrasinya dengan baik antara stasiun Manggarai dan halte Transjakarta ternyata membuat berkah bagi warga sekitar. Para penumpang yang tidak ingin memutar jauh bisa memanfaatkan tangga kayu sebagai jalan pintas.

Bila mengikuti ketentuan, penumpang KRL yang berhenti di stasiun Manggarai harus keluar dari pintu utama (Pintu Timur) yang berada di sebelah kanan dari kereta yang datang dari stasiun Bogor. Penumpang bila ingin melanjutkan perjalanan dengan TransJakarta maka harus berjalan kaki memutar melewati terowongan Manggarai baru menuju halte bus TransJakarta di depan Pasar Raya Manggarai. Perjalanan tersebut ditempuh dengan jarak sekitar 500 meter.

Namun hal itu disiasati oleh beberapa warga sekitar stasiun Manggarai. Tembok tinggi pembatas stasiun dengan pemukiman di sisi kiri Barat stasiun diberi tangga darurat yang terbuat dari kayu. Dengan memanjat tangga kayu dan melewati tembok setinggi 3 meter itu, penumpang tidak perlu memutari Stasiun Manggarai jika hendak mengarah ke Halte TransJ maupun mengarah ke Pasar Rumput.

Jarak tempuh pun relatif singkat jika dibanding harus memutari stasiun Manggarai. Namun hal itu tentunya tidak gratis. Dua sampai tiga orang yang berjaga di tangga kayu itu akan meminta bayaran sebesar Rp 1.000 rupiah kepada penumpang yang melewati jalan pintas tersebut.

"Iya kalau mau cepat lewat tangga itu tapi disuruh bayar Rp 1.000. Ya dari pada jalan jauh mending jalan pintas," ujar Dewi Pratiwi penumpang KRL kepada merdeka.com, Senin (21/1).

Dewi yang datang dari arah Bogor ini mengaku, tidak begitu senang melewati tangga kayu itu. Tangga yang licin, tanjakan dan turunan yang curam kerap menyulitkannya.

"Tapi pilihannya lebih buruk juga, jalan sekitar 500 meter muterin stasiun lewat terowongan. Nah kadang di terowongan ada orang gila juga, jadi serem. Makanya terpaksa lewat tangga darurat dan bayar Rp 1.000," terangnya.

Sebenarnya tangga darurat tersebut sempat menghilang karena dibongkar oleh pihak stasiun Manggarai. Namun beberapa hari ini, tangga tersebut kembali muncul dan selalu ramai.

"Harusnya memang bukan dibongkar, tapi dibuatkan pintu lagi di sebelah barat. Jadi penumpang yang ingin ke halte TransJakarta atau ke arah Pasar Rumput tidak perlu memutar jauh," harapnya. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP