Jalan Gubeng Dilarang Dijadikan Titik Kumpul Perayaan Tahun Baru

Senin, 31 Desember 2018 18:35 Reporter : Moch. Andriansyah
Jalan Gubeng Dilarang Dijadikan Titik Kumpul Perayaan Tahun Baru Jalan Gubeng di Surabaya. ©2018 Merdeka.com/Erwin Yohanes

Merdeka.com - Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luki Hermawan melarang Jalan Raya Gubeng, Surabaya dijadikan titik kumpul perayaan Malam Tahun Baru 2019, Senin (31/12) malam nanti. Meski sudah bisa difungsikan sejak dua hari lalu.

Imbauan ini, kata Luki, dimaksudkan untuk menghindari hal-hal yang kemungkinan bisa saja terulang. Apalagi masih ada alat-alat berat yang masing menggantung di sekitar proyek perbaikan jalan pasca-ambles pada 18 Desember lalu.

Jenderal polisi bintang dua ini melanjutkan, sejak terjadinya insiden amblesnya Jalan Raya Gubeng, dia mengaku terus mengikuti perkembangan recovery jalan, termasuk penyidikan terkait penyebabnya.

"Kami cek lagi karena malam ini adalah malam Tahun Baru, nanti malam," lanjutnya.

Namun, saat malam pergantian tahun malam nanti, karena dimungkinkan akan banyak masyarakat yang akan melalui Jalan Raya Gubeng, dan menjadikan lokasi amblesan yang kini sudah bisa difungsikan sebagai titik kumpul.

"Tidak menutup kemungkinan, banyak masyarakat pingin melihat, makanya saya cek lagi, jangan sampai nanti ada hal-hal berbahaya, makanya saya datang ke sini (mengecek kondisi jalan)," ungkapnya.

Selain itu, masih kata Kapolda Jawa Timur, untuk mencegah masyarakat menjadikan lokasi Jalan Raya Gubeng sebagai titik kumpul perayaan malam Tahun Baru 2019, pihaknya akan menempatkan sejumlah personel untuk penjagaan selama 2 x 24 jam.

"Saya larang (Raya Gubeng dijadikan titik kumpul), masyarakat hanya boleh lewat saja, jangan sampai dijadikan titik kumpul karena ini berbahaya," tegasnya.

Berbahaya, kata Luki, pertama, di lokasi amblesan jalan masih ada alat berat yang menggantung di atas. "Kita tidak tahu, dan kita akan tetap amankan ya, tempat ini tetep boleh masyarakat lewat, hanya lewat saja, bukan untuk nanti berbondong-bondong ke sini untuk melihat (penyebab amblesan)," katanya mewanti-wanti.

Apalagi, masih imbau kapolda Jawa Timur, sampai masuk daerah dalam proyek basement Rumah Sakit (RS) Siloam yang dikerjakan PT Nusa Kontruksi Enjiniring (NKE) yang menjadi penyebab kejadian.

"Karena masih ada barang bukti yang memang belum kami ambil, itu aja. Untuk malam ini tidak kita tutup, kita buka jalan ini, cuma kita perkuat dengan anggota," tandasnya. [ded]

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini